Bedah Buku The Psychology of Money untuk Kesuksesan Financial
Salam, komentar, request..
Bedah Buku The Psychology of Money untuk Kesuksesan Financial
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.
"Spending money to show people how much money you have is the fastest way to have less money.”
“Membelanjakan uang untuk menunjukkan kepada orang lain seberapa banyak uang yang kamu miliki adalah cara tercepat untuk memiliki sedikit uang.”
Psychology of Money adalah buku karangan Morgan Housel, seorang mantan kolumnis The Wall Street Journal yang telah memenangkan beberapa penghargaan bergengsi, di seperti Best in Business Award dari Society of American Business Editor & Writer. Gaya penulisan yang simpel dan logis dikemas dalam 20 poin pendek sengaja dilakukan oleh penulis untuk membuat pembaca tertarik membaca hingga selesai. Sehingga, dapat memahami psikologi uang dengan lebih mudah. Buku ini menawarkan bahasan tentang kecenderungan manusia dalam mengelola uang, dengan pendekatan psikologis. Hal ini sering kali luput dari perhatian, karena selama ini bahasan tentang mengelola uang lebih banyak menggunakan pendekatan teknis dan teori.Bukan berarti itu tidak penting. Hanya saja, mengetahui apa yang harus dilakukan tidak memberi tahu kita apa yang terjadi dalam pikiran saat ingin melakukannya. Buku ini juga membahas tentang keberuntungan dan resiko, beda kaya (rich) dengan kaya (wealth), teori ekonomi perilaku, serta peristiwa perekonomian dunia yang melahirkan psikologi konsumen modern.
Kekayaan bukan lah masalah privilege yang selama ini diyakini oleh banyak orang. Pendidikan yang tinggi serta kedudukan yang bagus memang dapat menjadi faktor seseorang dapat memperoleh kebebasan finansial, namun itu hanya faktor kecil saja, yang memegang peranan penting sebenarnya adalah perilaku kita terhadap uang. Uang berfungsi sebagai alat tukar dan perilaku kita yang benar lah yang bisa membawa kita mencapai kebebasan finansial. Maka dari itu, di dalam buku Psychology of Money dijelaskan berbagai sudut pandang agar kita dapat menciptakan keuangan menuju financial freedom.
1. Psychology of Money, berhenti membandingkan hidup kita dengan orang lain.
Salah satu faktor yang membuat kita konsumtif adalah karena kita membandingkan hidup dengan orang lain. Begitu pula dengan keputusan investasi yang salah karena pertimbangan yang kurang baik. Jika kita telaah dan sadari kembali, sebenarnya tidak ada alasan untuk kita mempertaruhkan apa yang kita punya untuk sesuatu yang tidak kita miliki dan tidak kita butuhkan. Membandingkan diri kita dengan orang lain seringkali menjadi biang keladinya. Kapitalisme memang menghasilkan kekayaan dan kecemburuan, tetapi perbandingan sosial adalah proses tanpa akhir, di mana selalu ada seseorang yang lebih kaya dari kita. Kuncinya adalah merasa cukup. Cukup tidak berarti jadi tidak bisa menikmati hidup. Cukup berarti kita tahu kapan harus menghindari melakukan sesuatu yang akan kita sesali.
2.Psychology of Money, jangan lupa untuk mengelola waktu
Kesamaan kita dengan orang lain adalah kita diberikan waktu yang sama, yaitu 24 jam. Di dalam 24 jam ini, kita mempunyai kesempatan untuk menghasilkan sesuatu yang bisa menambah atau mengurangi value di dalam hidup kita, baik itu dalam bentuk finansial ataupun non finansial. Bagaimana kita mengelola waktu juga tergantung kepada kondisi psikologis. Orang yang bahagia mempunyai kecenderungan untuk dapat mengontrol waktu dan energi nya dengan baik. Hal ini nantinya akan tercermin pada bagaimana dia mengambil keputusan finansial, termasuk keputusan berinvestasi. Salah satu orang yang bisa kita jadikan acuan dalam berinvestasi adalah Warren Buffet. Dia bukan saja investor yang baik, tapi dia adalah investor yang baik selama lebih dari 75 tahun. Bayangkan, selama itu dia membuat keputusan investasi yang benar. Kesuksesan finansial Buffet memang terkait dengan basis keuangan yang dia bangun sejak remaja dan keahliannya terus meningkat seiring berjalannya waktu. Keahlian dia adalah berinvestasi, tetapi rahasianya adalah waktu. Buffet tahu bagaimana hubungan antara investasi, waktu, dan sikap selama dia berinvestasi. Dia tidak tamak untuk selalu mencari dan mendapatkan return yang paling tinggi.
3. Coumpunding
Apa yang kita dapat merupakan hasil dari usaha yang terus kita lakukan selama ini. Bill Gates, Warren Buffett, dan lain sebagainya, tidak tiba-tiba langsung sukses. Mereka konsisten dengan proses yang tidak sebentar. Makin kita konsisten mulai dari sekarang, kita bisa mendapat kekayaan lebih banyak. Biasanya, kekayaan yang didapat melalui proses yang tidak sebentar bisa bertahan jauh lebih lama. Kita pernah mendengar, ada orang yang mendapat uang kaget atau memenangkan lotre. Akan tetapi, tidak lama kemudian uang itu habis.
4. Save Room For Error
Setelah kita sampai pada kesuksesan, kita juga menyiapkan apabila ada kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Dengan memahami bahwa ‘error’ bisa saja terjadi, kita jadi lebih aware. Selain itu, kita juga bisa menyiapkan berbagai cara supaya bisa meminimalisir error atau cara mengatasinya. Skill mengumpulkan uang dan skill mempertahankan uang adalah dua skill yang sangat berbeda. Mempelajari dan mengaplikasikan dua skill itu bisa membuat kita tetap memiliki arus financial yang terjaga.
Sumber :kompas.com , jbr.id
Src. from kompas.com , jbr.id
Mungkin kamu suka
Yang mungkin kamu [juga] suka
Warungkustik
shorts
Berita Musik terbaru
© 2019 radioguntur.com

