Berapa Lama Bisa Sembuh dari Patah Hati? Lewati Fase Patah Hati dulu, ya!
Salam, komentar, request..
Berapa Lama Bisa Sembuh dari Patah Hati? Lewati Fase Patah Hati dulu, ya!
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.
Patah hati bukan sekadar perumpamaan ketika kamu merasa sakit karena ditinggal oleh orang yang dicintai. Akan tetapi, patah hati atau broken heart syndrome merupakan sebuah gangguan yang terjadi pada jantung dan bersifat sementara. Patah hati sering kali disebabkan oleh situasi stres akibat kehilangan orang yang dicintai atau putus cinta. Ketika mengalami patah hati, hal ini akan membuat kamu stres dan tubuh jadi memproduksi hormon adrenalin serta kortisol secara berlebihan. Akibatnya, denyut jantung akan meningkat secara signifikan, sehingga kesehatan organ jantung juga bisa terancam. Selain itu, stres akibat patah hati juga bisa menurunkan sistem imun tubuh yang menyebabkan kamu jadi lebih mudah terserang penyakit.
Berapa Lama Bisa Sembuh dari Patah Hati?
Tidak ada yang tahu pasti berapa lama patah hati bisa sembuh dan seseorang bangkit dari keterpurukan.
Namun, sebuah penelitian dari Journal of Positive Psychology mengatakan, butuh waktu rata-rata sekitar 11 minggu untuk seseorang merasa lebih baik setelah putus cinta.
Selain itu, sebuah penelitian terpisah menyebutkan 18 bulan adalah waktu yang tepat untuk seseorang pulih dari patah hati karena pernikahan berakhir. Dalam kenyataannya, patah hati memang proses yang menyedihkan serta terlihat berbeda untuk semua orang. Tidak ada waktu pasti kapan seseorang bisa bangkit dari kondisi ini. Meski demikian, ada beberapa fase yang bisa jadi tanda bahwa seseorang sudah pulih dari patah hati.
Fase Patah Hati
1. Fase denial (penyangkalan)
Denial adalah perasaan di mana kita tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi. Hal ini karena kita meyakini keputusan untuk berpisah hanya karena emosi yang dirasakan sesaat. Di mana hati dan pikiran kita meyakini hal yang berbeda. Di satu sisi pikiran menyampaikan pesan bahwa dia memang sudah tidak bersama kita lagi, tetapi hati masih tetap ingin bersama. Pada fase ini biasanya kita akan menganggap tidak terjadi apa pun dan menganggap bahwa kita baik-baik saja. Namun tidak jarang kita menjadi merasa hampa dan hilang arah serta tujuan hidup. Tetapi saat berada di fase ini kita dapat menerima kenyataan bahwa ia telah pergi, fase penyembuhan kita dari rasa kehilangan pun akan lebih gampang dilakukan. Tidak apa-apa semua orang mempunyai waktu masing-masing. Asal kita dapat mencoba untuk menerimanya maka diri kita akan menjadi jauh lebih "kuat".
2. Fase anger (kemarahan).
Pada fase kedua timbul rasa marah saat kehidupan sempurna yang sudah kita bayangkan dan impikan tidak terjadi. Lalu kita mulai menyalahkan diri kita sendiri, mempertanyakan keberadaan Tuhan, dan mungkin mempertanyakan kenapa hal buruk ini terjadi pada kita.
3. Fase bargaining (tawar menawar).
Pada fase ini biasanya kita mulai berandai-andai, "coba aja aku dulu…", "kalau saja aku…". Pada fase ini kita merasa ingin kembali pada masa di mana semua belum terjadi dan mencoba untuk memperbaikinya. Jika tidak bisa melewati fase ini, dampaknya bisa jadi kita masuk ke fase selanjutnya yaitu depresi.
4. Fase depression (depresi).
Jika kita tidak bisa melewati fase bargaining, maka dampak yang dapat terjadi adalah kita masuk fase keempat ini, yaitu depresi. Di fase ini kita akan merasakan rasa hampa, penyesalan, dan kesedihan yang menjadi satu.
5. Fase acceptance (penerimaan).
Di fase terakhir adalah fase penerimaan. Di mana kita mulai menerima keadaan dan menerima kenyataan yang terjadi. Jika ia memilih untuk pergi kita sudah bisa merelakan. Karena itu adalah hak dia untuk pergi. Kenangan-kenangan yang kita punya tentang dia seakan-akan terus terbayang. Walaupun hati terasa berat, tetapi dengan melepasnya juga salah satu bagaimana kita mencintainya. Kita cukup berdoa agar dia akan selalu bahagia ke depannya.
Intinya, semakin cepat kamu berdamai dengan diri sendiri, semakin cepat juga rasa sakit hati akan hilang. Kamu tidak bisa memaafkan atau berdamai dengan orang lain, jika kamu belum berdamai dengan diri sendiri ya, Sogun!
Sumber : klikdokter.com, m.brilio.net
Src. from m.brilio.net
Mungkin kamu suka
Yang mungkin kamu [juga] suka
Warungkustik
shorts
Berita Musik terbaru
© 2019 radioguntur.com

