Fact About Dry Valleys

Dari soGun
Salam, komentar, request..
  healiron ~ " mau requestt sheila on 7 - pemuja rahasia dong kak <3 "        chikapriliaa27 ~ " semangat siaran kak sintya! "        kdksintyanm ~ " Haloo kaa, req lagunya for revenge-penyangkalan atau feast nina dong kak. Salamnya buat maha yg ngilang gatau kemana. Buat kaka penyiar jaga kesehatan yaa ujan2 musim sakit ?? "        aguscs7 ~ " kirim-kirim salam untuk rekan pejuang PPPK , semangat & sukses!! untuk pak erik , tante vera sering-sering kirim makanan ke PKA "        aiutrsta ~ " next bahas : 1. cowok mokondo 2. dijadikan pelampiasan/pelarian saja untuk mengisi kekosongan, manas2in mantannya trus kembali sama mantannya "        dharmaditya09 ~ " Titip salam buat kak usro yang lagi di jogja semangat trainingnya buat bisa cepat ke korea amin "        ajung.krisna84 ~ " Yuhuuuu stay tune di radioguntur.com "        culturepekalongankab ~ " Dari Bidang Kebudayaan Dindikbud Kab. Pekalongan nih Kak... streaming radio seru dengan lagu keren2. salam hangat dan Penuh Cinta dari Pekalongan untuk semua saja yang sdg konsenin Guntur FM Bali. Terimakasih... request Lagunya WARNA yang SINARAN. "     
by prettylaudy14.
~

Fact About Dry Valleys
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.

1. Lokasi Unik di Antartika

Dry Valleys atau Lembah Kering terletak di wilayah Victoria Land, Antartika Timur, dekat Laut Ross. Kawasan ini membentang seluas sekitar 4.800 km² dan menjadi salah satu dari sedikit area di Antartika yang tidak tertutup oleh lapisan es tebal. Pemandangan di sana didominasi oleh lembah-lembah luas, tanah berbatu, dan gletser yang berada di pinggiran.

Keunikan Dry Valleys adalah letaknya di tengah benua yang dikenal sebagai "dunia es", namun justru memiliki bentang alam yang kering, tandus, dan berbatu. Kondisi ini membuat wilayah tersebut menjadi salah satu tempat paling ekstrem di Bumi dan menjadi magnet penelitian ilmiah dari berbagai negara.

2. Salah Satu Tempat Terkering di Dunia

Meski berada di Antartika, Dry Valleys merupakan salah satu tempat paling kering di dunia. Beberapa bagian dari lembah ini hampir tidak pernah menerima hujan maupun salju, bahkan ada yang diperkirakan tidak mendapatkan presipitasi sama sekali selama jutaan tahun. Kondisi ini menjadikannya gurun kutub yang unik, karena berada di tengah wilayah dengan cadangan es terbesar di planet kita.

Kekeringan ini diakibatkan oleh faktor iklim ekstrem yang membuat kelembapan hampir mustahil bertahan di udara. Dengan curah hujan yang mendekati nol, tanah di Dry Valleys tetap gersang meski dikelilingi gletser besar. Hal ini membuat kawasan tersebut lebih kering dibandingkan Gurun Atacama di Chile atau Sahara di Afrika.

3. Angin Katabatik Super Kuat

Salah satu penyebab utama kekeringan di Dry Valleys adalah adanya angin katabatik. Angin ini terbentuk ketika udara dingin dan padat dari dataran tinggi Antartika turun dengan kecepatan luar biasa menuju lembah. Kecepatannya bisa mencapai 200 km/jam, cukup kuat untuk menguapkan kelembapan dan menyingkirkan salju dari permukaan tanah.

Angin ini bertiup hampir sepanjang tahun, menciptakan kondisi yang sangat tidak bersahabat bagi makhluk hidup. Karena kelembapan terus-menerus tersapu, bahkan jika salju turun sekalipun, ia segera menghilang tanpa meninggalkan jejak. Inilah yang membuat Dry Valleys tetap kering meski berada di benua yang penuh es.

4. Hampir Tidak Ada Kehidupan

Kondisi ekstrem membuat Dry Valleys hampir tidak dapat mendukung kehidupan makroskopis. Tidak ada tanaman, hewan darat, atau organisme kompleks yang mampu bertahan di sana. Lingkungan ini dianggap mendekati steril, karena suhu rendah, tanah tandus, dan ketiadaan air yang stabil.

Namun, beberapa mikroorganisme khusus dapat ditemukan di bawah permukaan tanah atau di dalam batuan. Mereka bertahan hidup dengan memanfaatkan sedikit kelembapan atau garam yang tersisa. Kehadiran mikroba ini menjadi bukti kemampuan hidup organisme dalam kondisi yang sangat keras.

5. Mirip dengan Permukaan Mars

Banyak ilmuwan menyebut Dry Valleys sebagai “Mars di Bumi”. Kondisi tanahnya yang kering, atmosfer dingin dengan kelembapan hampir nol, serta lanskap tandus berbatu membuat wilayah ini menyerupai lingkungan planet merah. Hal ini menarik minat lembaga antariksa seperti NASA untuk melakukan penelitian di sana.

Studi di Dry Valleys membantu peneliti memahami kemungkinan adanya kehidupan mikroba di Mars atau planet lain dengan kondisi serupa. Karena Dry Valleys memiliki kesamaan dengan permukaan Mars, tempat ini dijadikan laboratorium alami untuk melatih penggunaan instrumen eksplorasi luar angkasa.

6. Danau Bawah Permukaan Es

Meskipun tampak kering, Dry Valleys menyimpan rahasia berupa danau-danau hipersalin (berkadar garam tinggi), seperti Danau Bonney, Fryxell, dan Vanda. Karena kadar garamnya sangat tinggi, air di danau ini tidak membeku meski suhu udara di sekitarnya sangat rendah. Fenomena ini memungkinkan adanya ekosistem mikroba di dalamnya.

Danau-danau tersebut juga unik karena sering tertutup lapisan es tipis di permukaan, tetapi tetap menyimpan air cair di bawahnya. Para peneliti tertarik meneliti danau ini karena bisa menjadi analog bagi kondisi yang ada di bulan es Jupiter (Europa) atau Saturnus (Enceladus) yang juga mungkin memiliki lautan asin di bawah permukaan es.

7. Sungai Onyx, Sungai Terpanjang di Antartika

Dry Valleys adalah rumah bagi Sungai Onyx, sungai terpanjang di Antartika dengan panjang sekitar 32 km. Menariknya, sungai ini hanya mengalir pada musim panas ketika es dan salju dari gletser mencair, sehingga alirannya tidak tetap sepanjang tahun.

Sungai Onyx bermuara ke Danau Vanda dan meski hanya sesaat, keberadaannya sangat penting untuk penelitian iklim dan ekologi Antartika. Sungai ini membawa sedimen dan nutrisi yang mendukung keberlangsungan mikroorganisme di lingkungannya yang keras.

8. Tidak Ada Lapisan Es Permanen

Berbeda dengan hampir seluruh Antartika yang tertutup es tebal sepanjang tahun, Dry Valleys justru tidak memiliki lapisan es permanen. Permukaannya berupa tanah berbatu, pasir, dan kerikil yang terus-menerus terpapar angin katabatik kering.

Hal ini menjadikan Dry Valleys sebagai salah satu wilayah paling kontras di Antartika. Pemandangan kering dan tandusnya lebih mirip dengan gurun batu di belahan dunia lain dibandingkan dengan lanskap kutub yang identik dengan salju dan es.

9. Kawasan Lindung Ilmiah

Karena nilai ilmiahnya yang luar biasa, Dry Valleys ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi di bawah Antarctic Treaty System. Penelitian yang dilakukan di sana diawasi dengan ketat agar tidak merusak ekosistem unik maupun warisan geologis yang dimilikinya.

Ilmuwan dari berbagai negara datang untuk mempelajari iklim purba, biologi ekstrem, dan geologi. Dengan perlindungan internasional, Dry Valleys diharapkan tetap menjadi laboratorium alami yang aman bagi penelitian generasi mendatang.

10. Bukti Iklim Purba Bumi

Sedimen dan tanah di Dry Valleys menyimpan catatan sejarah iklim Bumi selama jutaan tahun. Karena wilayah ini relatif stabil dan minim perubahan akibat lapisan es, informasi yang tersimpan di sana sangat berharga untuk mempelajari bagaimana iklim global berubah dari masa ke masa.

Dengan meneliti lapisan tanah, mineral, serta endapan yang ada, ilmuwan dapat menelusuri kondisi atmosfer purba dan dampaknya terhadap kehidupan. Penelitian ini juga memberikan wawasan penting untuk memahami perubahan iklim saat ini dan kemungkinan dampaknya di masa depan.

Artikel yang mungkin kamu suka..
Hidup Lebih Tenang dan Damai dengan Stoikisme
by sintyahendrayani0228

Src. from liputan6.com, kompas.com
Rekomendasi
Mungkin kamu suka
Rekomendasi Indie
Yang mungkin kamu [juga] suka

Warungkustik
shorts

Berita Musik terbaru
Virgoun
Lirik Lagu
11 hari yang lalu ~ 24 Januari 2026
For Revenge
For Revenge Rilis Perayaan Patah Hati Babak 2, Luka Mulai Diterima
12 hari yang lalu ~ 23 Januari 2026

© 2019 radioguntur.com