Fashion Pria, Simpel Tapi Keren
Salam, komentar, request..
Fashion Pria, Simpel Tapi Keren
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.
Fashion merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang memiliki peran signifikan dalam membentuk persepsi sosial. Cara seseorang berpakaian dapat mencerminkan nilai, kepribadian, hingga tingkat kesadaran diri terhadap lingkungan sosialnya. Dalam konteks pria modern, gaya berpakaian tidak lagi sebatas kebutuhan fungsional, melainkan bagian dari strategi representasi diri di ruang publik.
Fenomena ini mendorong munculnya konsep “simpel tapi keren”, yakni pendekatan berpakaian yang menekankan kesederhanaan tanpa mengorbankan estetika. Konsep tersebut relevan di tengah kecenderungan gaya hidup praktis dan kebutuhan tampil profesional di berbagai situasi sosial.
Konsep Dasar Fashion sebagai Representasi Diri
Fashion berfungsi sebagai simbol sosial yang dapat menyampaikan pesan tertentu tanpa harus diucapkan secara verbal. Dalam kajian komunikasi, pakaian termasuk dalam kategori symbolic interaction, di mana individu membentuk makna melalui tampilan visual.
Pada pria, kesan rapi, bersih, dan proporsional sering diasosiasikan dengan kedewasaan, kedisiplinan, serta kepercayaan diri. Oleh karena itu, pemilihan pakaian tidak dapat dilepaskan dari kesadaran akan identitas diri dan citra yang ingin dibangun di hadapan orang lain.
Konsep “Simpel tapi Keren” dalam Fashion Pria
Sederhana tidak identik dengan monoton. Konsep simpel tapi keren menekankan pada:
-
Pemilihan warna yang terbatas dan harmonis, umumnya warna netral.
-
Potongan pakaian yang proporsional, sesuai bentuk tubuh.
-
Minim ornamen berlebihan, sehingga fokus pada siluet dan kerapian.
Pendekatan ini memungkinkan individu tampil konsisten dalam berbagai situasi tanpa harus mengikuti tren secara berlebihan, sekaligus menciptakan identitas visual yang kuat dan mudah dikenali.
Peran Basic Wardrobe dalam Gaya Pria
Basic wardrobe merupakan fondasi utama dalam membangun gaya berpakaian yang efisien. Item seperti kaus polos, kemeja netral, celana bahan, dan celana jeans berfungsi sebagai elemen dasar yang fleksibel untuk berbagai kombinasi.
Keberadaan basic wardrobe membantu individu mengurangi kompleksitas dalam memilih pakaian sehari-hari serta mendorong pola konsumsi yang lebih rasional. Dengan jumlah item yang terbatas namun fungsional, seseorang tetap dapat tampil variatif tanpa harus mengikuti siklus tren yang cepat berubah.
Elemen Pendukung: Warna, Tekstur, dan Aksesori
Selain model pakaian, aspek warna dan tekstur memiliki pengaruh signifikan terhadap persepsi visual. Warna-warna netral seperti hitam, putih, abu-abu, navy, dan cokelat memberikan kesan stabil dan dewasa. Sementara itu, pemilihan bahan seperti katun, denim, atau oxford berkontribusi terhadap kenyamanan dan kesan profesional. Aksesori berfungsi sebagai pelengkap, bukan pusat perhatian. Jam tangan sederhana, sepatu bersih, dan ikat pinggang yang serasi dapat memperkuat kesan rapi tanpa menciptakan distraksi visual.
Kesalahan Umum dalam Berpakaian Pria
Beberapa kesalahan yang kerap ditemukan antara lain penggunaan ukuran pakaian yang tidak sesuai, pemilihan warna yang terlalu kontras, serta penggunaan aksesori secara berlebihan. Kesalahan-kesalahan ini umumnya terjadi akibat kurangnya pemahaman terhadap proporsi tubuh dan konteks sosial. Padahal, koreksi kecil pada aspek tersebut dapat memberikan perubahan signifikan terhadap keseluruhan penampilan.
Gaya berpakaian bukan sekadar persoalan estetika, tetapi merupakan bentuk komunikasi identitas yang memiliki dampak sosial. Konsep simpel tapi keren menawarkan pendekatan yang realistis, fungsional, dan relevan bagi pria modern. Dengan memahami prinsip dasar berpakaian, membangun wardrobe yang efisien, serta menyesuaikan gaya dengan konteks, pria dapat menampilkan citra diri yang lebih matang, percaya diri, dan autentik.
Src. from idntimes.com, kompas.com
Mungkin kamu suka
Yang mungkin kamu [juga] suka
Warungkustik
shorts
Berita Musik terbaru
© 2019 radioguntur.com

