Get to know about : MicroSleep
Salam, komentar, request..
Get to know about : MicroSleep
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.
Apa itu Microsleep?
Microsleep adalah fase tidur singkat yang berlangsung kurang dari 15 detik. Selama fase ini, seseorang kehilangan kesadaran atas apa yang sedang dilakukannya.
Microsleep ditandai dengan perubahan perilaku, seperti menutup mata sebentar atau kehilangan fokus. Penelitian mendeteksi microsleep dengan mengukur aktivitas otak, mengamati wajah dan tubuh, atau menguji kinerja seseorang.
Penyebab Seseorang Mengalami Microsleep
Microsleep sering kali terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan tidur yang parah. Meskipun tidak ada satu kondisi medis tunggal yang secara khusus menyebabkan microsleep, keadaan yang memengaruhi pola tidur seseorang dapat menjadi pemicu utama.
Kelelahan yang berlebihan menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko mengalami microsleep. Orang yang mengalami sleep deprivation yang parah, seperti pada kasus sleep apnea, cenderung lebih rentan mengalami episode microsleep.
Selain itu, kondisi seperti gangguan tidur akibat shift kerja malam, insomnia yang parah, dan penggunaan obat-obatan tertentu yang memengaruhi tidur juga dapat menjadi faktor terjadinya microsleep.
Tips Menghindari Microsleep
Terjadinya microsleep adalah tanda yang sangat jelas bahwa tubuh perlu lebih banyak tidur dan istirahat. Mengingat begitu banyak risiko bahaya akibat microsleep, penting untuk melakukan langkah-langkah pencegahan. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari microsleep antara lain:
1. Istirahat bila mengantuk
Langkah pertama untuk mencegah microsleep adalah mengenali tubuh sendiri setiap kali merasa lelah dan berusaha untuk tidak mengelaknya. Bila sedang mengemudi, ingatlah bahwa Anda tidak hanya bisa membahayakan keselamatan diri sendiri, tetapi juga orang lain, bila tetap memaksakan diri.
Carilah tempat aman untuk menepi dan tidurlah sejenak untuk menyegarkan diri. Jangan mengandalkan stimulan, seperti kafein, untuk membuat Anda tetap terjaga. Sebelum berkendara, hindari juga konsumsi obat-obatan yang dapat memicu rasa kantuk dan minuman beralkohol.
2. Hindari berkendara bila kurang tidur
Untuk menghindari risiko bahaya dari microsleep, sebaiknya jangan berkendara atau mengoperasikan mesin bila kurang tidur di malam harinya. Bila memungkinkan, biarlah orang lain yang melakukannya atau atur ulang jadwal perjalanan.
Namun, bila memang tidak memungkinkan, sebaiknya istirahatlah terlebih dahulu. Tidurlah sebentar sekitar 20 menit untuk mengembalikan tenaga. Anda juga bisa mencuci muka, melakukan peregangan ringan, atau berbincang-bincang dengan rekan untuk menghilangkan rasa kantuk.
3. Terapi dan Perawatan Tidur
Beberapa opsi perawatan yang dapat dilakukan adalah mengatasi kecemasan malam hari, perubahan kebiasaan tidur seperti tidur pada waktu yang sama setiap malam. Bisa juga dengan penggunaan obat-obatan tertentu untuk membantu tertidur atau merasa lebih terjaga selama siang hari.
4. Konsultasi dengan Dokter
Penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika seseorang mengalami microsleep atau memiliki kondisi medis lain yang meningkatkan risiko microsleep. Berkonsultasilah dengan dokter jika mengalami kelelahan yang intens pada siang, sering terbangun di malam hari, atau mengalami masalah tidur secara konsisten.
Understanding Red and Green Flags in Your Relationship

Src. from detik, alodokter
Mungkin kamu suka
Yang mungkin kamu [juga] suka
Warungkustik
shorts
Berita Musik terbaru
© 2019 radioguntur.com
