HTS: Deket Tapi Nggak Jadian

Dari soGun
Salam, komentar, request..
  healiron ~ " mau requestt sheila on 7 - pemuja rahasia dong kak <3 "        chikapriliaa27 ~ " semangat siaran kak sintya! "        kdksintyanm ~ " Haloo kaa, req lagunya for revenge-penyangkalan atau feast nina dong kak. Salamnya buat maha yg ngilang gatau kemana. Buat kaka penyiar jaga kesehatan yaa ujan2 musim sakit ?? "        aguscs7 ~ " kirim-kirim salam untuk rekan pejuang PPPK , semangat & sukses!! untuk pak erik , tante vera sering-sering kirim makanan ke PKA "        aiutrsta ~ " next bahas : 1. cowok mokondo 2. dijadikan pelampiasan/pelarian saja untuk mengisi kekosongan, manas2in mantannya trus kembali sama mantannya "        dharmaditya09 ~ " Titip salam buat kak usro yang lagi di jogja semangat trainingnya buat bisa cepat ke korea amin "        ajung.krisna84 ~ " Yuhuuuu stay tune di radioguntur.com "        culturepekalongankab ~ " Dari Bidang Kebudayaan Dindikbud Kab. Pekalongan nih Kak... streaming radio seru dengan lagu keren2. salam hangat dan Penuh Cinta dari Pekalongan untuk semua saja yang sdg konsenin Guntur FM Bali. Terimakasih... request Lagunya WARNA yang SINARAN. "     
by jessicahasibuan05.
~

HTS: Deket Tapi Nggak Jadian
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.

Ketika Nyaman Nggak Selalu Berarti Aman

Pernah nggak sih kamu ngerasa dekat banget sama seseorang? Chat tiap hari, saling perhatian, tahu kabar satu sama lain, bahkan mungkin sudah saling bergantung secara emosional. Tapi setiap kali ditanya soal status, jawabannya selalu menggantung. Nggak pacaran, tapi juga nggak sekadar teman. Nah, kondisi inilah yang sering disebut HTS atau situationship.

Fenomena “deket tapi nggak jadian” ini makin sering dialami, terutama di kalangan Gen Z. Hubungan terasa nyaman, intens, dan penuh kedekatan emosional, tapi tanpa komitmen yang jelas. Di satu sisi, ada rasa senang karena diperhatikan. Di sisi lain, ada kebingungan dan kecemasan karena arah hubungan nggak pernah pasti.

Apa Itu HTS dan Kenapa Banyak yang Terjebak?                                                                                  HTS adalah hubungan tanpa status resmi, tapi dijalani layaknya pasangan. Biasanya, kedua pihak merasa “belum siap” berkomitmen, ingin menikmati momen, atau takut kehilangan kebebasan. Masalahnya, perasaan sering kali berkembang lebih cepat daripada kesepakatan.

Banyak orang bertahan di HTS karena alasan kenyamanan. Takut kehilangan sosok yang sudah jadi tempat cerita, takut dianggap terlalu menuntut, atau berharap suatu hari status itu akan datang dengan sendirinya. Padahal, berharap tanpa kejelasan sering kali justru melelahkan secara emosional.

Tanda-Tanda Kamu Sedang Ada di Hubungan Tanpa Status                                                                 Ada beberapa ciri yang sering muncul dalam HTS. Misalnya, kalian berperilaku seperti pacar tapi tidak pernah mendefinisikan hubungan. Kamu cemburu, tapi merasa nggak punya hak untuk menuntut. Ada perhatian, tapi tidak ada kepastian. Saat ditanya “kita ini apa?”, jawabannya selalu mengambang atau dialihkan.

Jika kamu sering menahan perasaan sendiri, merasa bingung dengan posisi kamu, atau takut membicarakan masa depan karena takut merusak suasana, bisa jadi kamu sedang berada di hubungan tanpa status.

Risiko Emosional yang Sering Diabaikan                                                                                                HTS bukan cuma soal status, tapi juga soal kesehatan emosional. Hubungan tanpa kejelasan berisiko membuat seseorang kehilangan rasa aman, merasa tidak cukup berharga, dan terus-menerus berharap tanpa kepastian. Dalam jangka panjang, ini bisa memengaruhi kepercayaan diri dan cara memandang hubungan yang sehat. Sering kali, satu pihak merasa lebih terikat daripada yang lain. Ketika hubungan berakhir, rasa sakitnya bisa sama bahkan lebih dibanding putus dari hubungan resmi, karena tidak ada pengakuan atas apa yang sebenarnya pernah ada.

Menghargai Diri Sendiri di Tengah Hubungan Abu-Abu                                                                      Penting untuk mengenali batasan diri. Bertanya pada diri sendiri: apakah hubungan ini membuatku berkembang atau justru menguras energi? Berani menyampaikan perasaan dan kebutuhan bukan berarti memaksa, tapi bentuk menghargai diri sendiri. Kalau kamu merasa terus-menerus bingung, lelah, dan tidak dihargai, mungkin sudah waktunya mengambil keputusan. Entah memperjelas arah hubungan, atau memilih mundur demi kesehatan emosionalmu sendiri.

HTS memang terasa nyaman di awal, tapi tanpa kejelasan, ia bisa berubah jadi luka yang pelan-pelan. Hubungan yang sehat seharusnya memberi rasa aman, bukan sekadar perhatian sesaat. Kamu berhak atas hubungan yang jelas, saling menghargai, dan tidak membuatmu ragu akan nilai dirimu sendiri.

Karena pada akhirnya, deket saja nggak cukup kalau arahnya nggak pernah jelas.

https://kumparan.com/amalia-putri-cahyani/situationship-hubungan-tanpa-status-tapi-kok-bikin-bingung-23z0VipoGsn

Artikel yang mungkin kamu suka..
Ibu Wajib Tahu! Perawatan Pasca Melahirkan
by pratiwikmcitra

Src. from kumparan.com, keker.fajar.co.id
Rekomendasi
Mungkin kamu suka
Rekomendasi Indie
Yang mungkin kamu [juga] suka

Warungkustik
shorts

Berita Musik terbaru
Virgoun
Lirik Lagu
11 hari yang lalu ~ 24 Januari 2026
For Revenge
For Revenge Rilis Perayaan Patah Hati Babak 2, Luka Mulai Diterima
12 hari yang lalu ~ 23 Januari 2026

© 2019 radioguntur.com