HTS: Deket Tapi Nggak Jadian
Salam, komentar, request..
HTS: Deket Tapi Nggak Jadian
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.
Ketika Nyaman Nggak Selalu Berarti Aman
Pernah nggak sih kamu ngerasa dekat banget sama seseorang? Chat tiap hari, saling perhatian, tahu kabar satu sama lain, bahkan mungkin sudah saling bergantung secara emosional. Tapi setiap kali ditanya soal status, jawabannya selalu menggantung. Nggak pacaran, tapi juga nggak sekadar teman. Nah, kondisi inilah yang sering disebut HTS atau situationship.
Fenomena “deket tapi nggak jadian” ini makin sering dialami, terutama di kalangan Gen Z. Hubungan terasa nyaman, intens, dan penuh kedekatan emosional, tapi tanpa komitmen yang jelas. Di satu sisi, ada rasa senang karena diperhatikan. Di sisi lain, ada kebingungan dan kecemasan karena arah hubungan nggak pernah pasti.
Apa Itu HTS dan Kenapa Banyak yang Terjebak? HTS adalah hubungan tanpa status resmi, tapi dijalani layaknya pasangan. Biasanya, kedua pihak merasa “belum siap” berkomitmen, ingin menikmati momen, atau takut kehilangan kebebasan. Masalahnya, perasaan sering kali berkembang lebih cepat daripada kesepakatan.
Banyak orang bertahan di HTS karena alasan kenyamanan. Takut kehilangan sosok yang sudah jadi tempat cerita, takut dianggap terlalu menuntut, atau berharap suatu hari status itu akan datang dengan sendirinya. Padahal, berharap tanpa kejelasan sering kali justru melelahkan secara emosional.
Tanda-Tanda Kamu Sedang Ada di Hubungan Tanpa Status Ada beberapa ciri yang sering muncul dalam HTS. Misalnya, kalian berperilaku seperti pacar tapi tidak pernah mendefinisikan hubungan. Kamu cemburu, tapi merasa nggak punya hak untuk menuntut. Ada perhatian, tapi tidak ada kepastian. Saat ditanya “kita ini apa?”, jawabannya selalu mengambang atau dialihkan.
Jika kamu sering menahan perasaan sendiri, merasa bingung dengan posisi kamu, atau takut membicarakan masa depan karena takut merusak suasana, bisa jadi kamu sedang berada di hubungan tanpa status.
Risiko Emosional yang Sering Diabaikan HTS bukan cuma soal status, tapi juga soal kesehatan emosional. Hubungan tanpa kejelasan berisiko membuat seseorang kehilangan rasa aman, merasa tidak cukup berharga, dan terus-menerus berharap tanpa kepastian. Dalam jangka panjang, ini bisa memengaruhi kepercayaan diri dan cara memandang hubungan yang sehat. Sering kali, satu pihak merasa lebih terikat daripada yang lain. Ketika hubungan berakhir, rasa sakitnya bisa sama bahkan lebih dibanding putus dari hubungan resmi, karena tidak ada pengakuan atas apa yang sebenarnya pernah ada.
Menghargai Diri Sendiri di Tengah Hubungan Abu-Abu Penting untuk mengenali batasan diri. Bertanya pada diri sendiri: apakah hubungan ini membuatku berkembang atau justru menguras energi? Berani menyampaikan perasaan dan kebutuhan bukan berarti memaksa, tapi bentuk menghargai diri sendiri. Kalau kamu merasa terus-menerus bingung, lelah, dan tidak dihargai, mungkin sudah waktunya mengambil keputusan. Entah memperjelas arah hubungan, atau memilih mundur demi kesehatan emosionalmu sendiri.
HTS memang terasa nyaman di awal, tapi tanpa kejelasan, ia bisa berubah jadi luka yang pelan-pelan. Hubungan yang sehat seharusnya memberi rasa aman, bukan sekadar perhatian sesaat. Kamu berhak atas hubungan yang jelas, saling menghargai, dan tidak membuatmu ragu akan nilai dirimu sendiri.
Karena pada akhirnya, deket saja nggak cukup kalau arahnya nggak pernah jelas.
https://kumparan.com/amalia-putri-cahyani/situationship-hubungan-tanpa-status-tapi-kok-bikin-bingung-23z0VipoGsn
Src. from kumparan.com, keker.fajar.co.id
Mungkin kamu suka
Yang mungkin kamu [juga] suka
Warungkustik
shorts
Berita Musik terbaru
© 2019 radioguntur.com

