Kebiasaan Unik Yang Dimiliki Orang Cerdas
Salam, komentar, request..
Kebiasaan Unik Yang Dimiliki Orang Cerdas
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.
Seseorang yang memiliki IQ tinggi sering dikaitkan dengan tingkat kecerdasan yang dimiliki. Biasanya, mereka yang memiliki IQ tinggi tingkat kecerdasannya berada di atas rata-rata. Hal ini bisa dilihat dari pola berpikirnya yang berbeda dengan orang lain. Selain pola pikir, orang cerdas ternyata juga punya kebiasaan unik yang berbeda dengan kebanyakan orang. Bahkan, kebiasaan ini sering kali dianggap aneh oleh masyarakat umum.
-
Suka Begadang
Orang yang tidur lebih larut malam disebut memiliki kecerdasan yang lebih tinggi. Hal ini berdasarkan dari studi di London School of Economics and Political Science yang mengatakan tetap terjaga hingga larut malam dapat menghassilkan ide baru yang menarik.
Mungkin banyak orang yang tidak suka dengan kebiasaan ini karena begadang bisa jadi kurang sehat untuk tubuh. Namun, bagi orang cerdas, cara ini lebih nyaman dilakukan dibanding waktu kerja pagi hari.
-
Berbicara Sendiri
Berbicara kepada diri sendiri sering dianggap sebagai kebiasaan aneh seperti orang gila. Padahal berbicara sendiri adalah tanda kemampuan berpikir, ingatan, dan persepsi yang lebih tinggi, alias tanda kecerdasan.
Peneliti studi dari University of Wisconsin dan University of Pennsylvania melakukan studi dengan meminta peserta untuk mengingat dan menemukan objek. Peserta yang menyebutkan nama objek dengan lantang lebih mampu mengingat daftar item yang harus dicari daripada mereka yang menyimpannya di kepala mereka.
-
Mengkritik Diri Sendiri
Banyak orang mungkin berpikir bahwa orang orang cerdas itu pasti percaya diri. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa orang cerdas tidak demikian.
Dalam sebuah studi tahun 1999 dari Cornell University, para ilmuwan menemukan bahwa orang yang tidak kompeten tidak dapat mengenali ketidakmampuan mereka sendiri, sehingga menyebabkan penilaian diri meningkat. Studi ini juga menemukan bahwa orang yang sangat kompeten cenderung meremehkan kemampuan mereka. Hal itu dikarenakan mereka tahu seberapa banyak pengetahuan yang ada di luar sana. Alih-alih terlalu percaya diri, orang cerdas cenderung mengkritik diri sendiri.
-
Melamun
Meskipun para ilmuwan sebelumnya menyatakan kebiasaan (https://www.detik.com/tag/kebiasaan) melamun secara negatif mempengaruhi kinerja otak, namun penelitian baru menunjukkan sebaliknya.
Sebuah studi dari University of California menemukan bahwa ketika subjek diberi tugas yang banyak, subjek yang beristirahat sejak menghasilkan nilai yang lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya. Para peneliti menyebut fenomena ini artinya memberi 'masa inkubasi' pada otak. Dengan cara membiarkannya sejenak tanpa pemikiran hal-hal yang berat. Sehingga membantu meningkatkan dalam pemecahan masalah dan kreativitas.
-
Suka Menghabiskan Waktu Sendiri
Peneliti Norman P. Li (Singapore Management University) dan Satoshi Kanazawa (The London School of Economics and Political Science) pernah mengungkapkan bahwa kerumunan membuat orang cerdas tidak nyaman.
"Mereka yang memiliki kecerdasan lebih cenderung tidak menghabiskan begitu banyak waktu bersosialisasi, karena mereka fokus pada hal lain yang lebih memiliki efek jangka panjang," kata Carol Graham, seorang peneliti Brookings Institution yang ikut berpendapat. Kemudian, dalam penelitian yang berjudul 'Country roads, take me home... to my friends: How intelligence, population density, and friendship affect modern happiness' tersebut, orang dengan cerdas ternyata lebih senang untuk 'me time' atau menghabiskan waktu sendiri.
-
Bermalas-malasan
Bermalas-malasan menjadi tanda kecerdasan seseorang, apakah benar? Hal ini dapat dijawab oleh sebuah penelitian dari tahun 2016 di Florida Gulf Coast University.
Penelitian melibatkan 60 siswa menjadi dua kelompok, pemikir (orang cerdas) dan bukan pemikir. Kemudian peneliti memantau aktivitas fisik para siswa selama satu minggu. Hasilnya menemukan bahwa bukan pemikir jauh memiliki kegiatan yang lebih banyak secara fisik dibandingkan oleh para pemikir.Hal ini dimungkinkan karena orang cerdas lebih mudah puas dengan menghibur diri mereka sendiri secara mental. Sementara mereka yang bukan berpikir cenderung lebih mudah bosan dan tidak suka mengasosiasikan stimulasi mental.
-
Memiliki Meja Belajar Yang Berantakan
Penelitian dari University of Minnesota, seseorang dengan meja belajar yang berantakan disebut lebih banyak melahirkan ide kreatif dibandingkan dari mereka dengan meja belajar yang rapi.
Peneliti dari Duke University Talent Identification Program (TIP) Jonathan Wai menyebut bukan suasana berantakan yang membangkitkan jiwa kreativitas seseorang. Namun, kreativitas yang ada di dalam diri seseorang itulah yang menyebabkan suasana sekitarnya menjadi berantakan.
"Orang-orang seperti itu cenderung tenggelam dalam pemikiran yang berfokus pada suatu permasalahan. Jadi, kebersihan menjadi kurang penting diperhatikan karena terlalu sibuk untuk menyelesaikan suatu masalah," kata Jonathan.
-
Suka Mencorat-coret
Menurut Sunni Brown, penulis The Doodle Revolution, kegiatan mencorat-coret dapat memengaruhi pemrosesan informasi dan pemecahan masalah. Gagasan ini didukung oleh penelitian ilmiah-sebuah studi dari Inggris menemukan bahwa orang dapat mengingat 29 persen lebih banyak informasi jika mereka mencoret-coret.
Mencoret-coret tanpa berpikir memiliki manfaat untuk memori, dan juga memberi otak cara visual untuk mengekspresikan konsep dan emosi.
Mengumpat
Biasanya orang-orang mengira bahwa mengumpat merupakan cerminan dari rendahnya pendidikan dan kecerdasan seseorang. Namun, sebuah studi dari ilmuwan Timothy Jay, PhD mengatakan bahwa orang yang mengumpat artinya memiliki pengetahuan kosa kata yang lebih banyak dibandingkan orang lain.
"Kefasihan dalam kata-kata tabu atau umpatan berkorelasi positif dengan kefasihan verbal secara keseluruhan," kata Jay. Kemampuan linguistik adalah salah satu ciri yang dimiliki oleh orang-orang dengan kecerdasan yang lebih tinggi. Sebab itu, menurut ilmuwan lainnya Dr. Wai, orang cerdas mengetahui dan memahami lebih banyak kosa kata dan kapan menggunakan kosa kata tersebut. Meskipun mereka tidak terlalu sering memakainya.
-
Mengunyah permen karet
Pernahkah kamu menemukan seseorang yang punya kebiasaan mengunyah permen karet? Bisa jadi orang yang kamu temui adalah orang yang cerdas.
Sebuah studi dari Northwestern University, Amerika Serikat menunjukkan orang dengan kognisi kreatif yang tinggi cenderung memiliki ketidakmampuan untuk menyaring informasi yang dapat mengganggu. Dalam hal ini, kebiasaan mengunyah dikaitkan dengan orang cerdas yang ingin lebih fokus bekerja atau berpikir tanpa adanya gangguan.
Peneliti menduga bahwa kebiasaan ini terkait dengan alasan yang sama dengan kebiasaan orang cerdas yang suka begadang untuk bekerja tanpa gangguan.
Itulah kebiasaan - kebiasaan yang dimiliki orang cerdas. Apakah kamu memiliki salah satu kebiasaannya? Semoga informasi ini bermanfaat buat kamu dan ditunggu artikel menarik serta informatif lainnya yaa!
Sumber : detik.com, cnbcindonesia.com.
Side Hustle 101 - Cara Memulai Kerja Sampingan Tanpa Burnout

Src. from detik.com
Mungkin kamu suka
Yang mungkin kamu [juga] suka
Warungkustik
shorts
Berita Musik terbaru
© 2019 radioguntur.com
