Kejanggalan - Kejanggalan & Teori Konspirasi Kasus Kopi Sianida
Salam, komentar, request..
Kejanggalan - Kejanggalan & Teori Konspirasi Kasus Kopi Sianida
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.
Kasus yang sudah hampir dilupakan oleh masyarakat Indonesia, kini kembali menjadi perbincangan lagi. Setelah lama tak terdengar kini kasus kopi sianida Jessica Wongso kembali viral setelah Netflix merilis film dokumenter berjudul Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso pada, Kamis (28/09/23) lalu. Film dokumenter berdurasi 90 menit itu menyoroti berbagai pertanyaan yang belum terjawab seputar persidangan Jessica Wongso. Penonton akan melihat panasnya persidangan hingga Jessica Wongso resmi ditetapkan sebagai tersangka. Meski hakim telah memutuskan Jessica Wongso adalah pelaku pembunuhan tersebut, ada banyak teori konspirasi yang berkembang di masyarakat.
Teori - Teori Konspirasi
1. Asuransi
Konspirasi pertama yang paling sering didengar dari kasus kopi sianida Mirna Salihin adalah adanya isu asuransi Rp69 miliar. Salah satu pengacara Jessica, Yudhi Sukinto Wibowo pernah menyebut Mirna memiliki uang asuransi jiwa senilai US$ 5 juta di luar negeri. Pernyataan ini yang kemudian menimbulkan kecurigaan bahwa ada yang sengaja. Untuk menjebak Jessica Wongso menjadi tersangka agar bisa mencairkan dana asuransi jiwa milik Mirna. Kini ayah Mirna Salihin menjadi sasaran sosok yang paling dicurigai menerima asuransi tersebut tak menampik. Jika sang putri mendapat asuransi. Tetapi, Edi Darmawan langsung membantah nominalnya bahwa itu hanya Rp 10 juta.
2. Lesbi
Konspirasi selanjutnya adalah Mirna Salihin dan Jessica Wongso adalah adanya hubungan. Tak wajar di antara keduanya. Jessica Wongso yang dituding cemburu lantaran Mirna Salihin telah menikah dengan Arief Soemarko.
3. Jessica Disebut Psikopat
Selama di persidangan sikap Jessica Wongso kerap menjadi sorotan lantaran, Edi Darmawan secara blak-blakan. Menyebutkan jika Jessica sebagai sosok psikopat dan narsistik. Kendati demikian, Ronny menegaskan bahwa Jessica sebenarnya bukan psikopat. Alasannya, dari 22 karakteristik psikopat.
Jessica Wongso hanya memiliki 4 karakteristik, sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai psikopat.
4. Suami Mirna dituduh sebagai pelaku suap dan pembunuhan
Kasus kopi sianida selanjutnya yang menjadi konspirasi adalah munculnya pengakuan dari.
Seorang wartawan Bhayangkara Indonesia bernama Amir Papalia. Amir mengaku sempat melihat suami Mirna, Arief Soemarko menemui barista Kafe Olivier, Rangga. Pertemuan itu disebut terjadi tepat sehari sebelum Mirna tewas karena kopi sianida, yakni tanggal 5 Januari 2016 lalu.
Kejanggalan -Kejanggalan dalam Kasus Ini
Otto Hasibuan, pengacara terdakwa Jessica Kumala Wongso, mengemukakan daftar kejanggalan dalam perkara kematian Wayan Mirna Salihin saat menyampaikan inti dari nota pembelaan sebanyak 4000 halaman di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu. Berikut ini adalah kejanggalan-kejanggalan yang disampaikan Otto dalam persidangan ke-28 :
1. Tidak ada bukti Mirna meninggal akibat sianida
Otto mengatakan tidak ada sianida saat cairan lambung Mirna diperiksa. Padahal, bila memang meminum sianida, seharusnya zat tersebut bisa dideteksi di lambung, hati, urin, darah, jantung dan otak. Menurut Otto, ada kemungkinan kopi yang diminum Mirna tidak mengandung sianida. Atau setelah Mirna meninggal, ada yang memasukkan sianida ke gelas yang diminumnya, entah itu di Kafe Olivier atau tempat lain. Sianida yang muncul di tubuh Mirna kemungkinan terbentuk akibat proses alami pada orang meninggal.
2. . Tidak ada otopsi
Menurut ahli patologi, penyebab kematian Mirna tidak bisa ditetapkan tanpa otopsi. Namun, Otto mengatakan jaksa penuntut langsung menuduh Jessica meski belum pasti bahwa Mirna meninggal akibat racun sianida. "Kesimpulan jaksa ini spekulatif," katanya.
Otto melanjutkan, jaksa penuntut umum membuat seakan-akan keluarga Mirna keberatan soal otopsi. Dia kemudian membacakan transkrip pembicaraan ayah Mirna, Darmawan Salihin, yang intinya menyetujui otopsi.
3. Jessica dituduh membunuh karena tidak menolong Mirna saat meregang nyawa.
Otto mengemukakan seringkali seorang pembunuh pura-pura menangis dan menolong korban agar tidak dicurigai.
4. Pembantu Jessica yang disebut membuang celana robek majikannya.
Menurut Otto, gara-gara celana tersebut masyarakat sontak menghakimi Jessica sebagai pembunuh. Dia pun mempertanyakan keberadaan "saksi kunci" ini yang tak pernah muncul di persidangan.
5. Orang dari Kafe Olivier yang memindahkan data CCTV ke flashdisk tidak pernah dipanggil ke persidangan sebagai saksi. Dia mengatakan, itu membuat tidak ada bukti dari mana asal usul flashdisk tersebut.
6. Manipulasi CCTV.
Banyak gerak-gerik di CCTV yang disebut jaksa penuntut umum menunjukkan Jessica pembunuh. Salah satunya adegan Jessica menggaruk-garuk karena sianida. Otto mengemukakan gerakan itu tidak muncul lagi karena ternyata Jessica hanya satu kali menarik celananya yang sempit, namun gerakan itu dibuat berulang sehingga terkesan menggaruk.
7. Ada kamera CCTV yang mengarah langsung ke meja tempat Jessica duduk di Kafe Olivier namun tidak pernah ditayangkan oleh jaksa penuntut umum. Padahal, semua gerakan Jessica bisa dilihat dari rekaman kamera tersebut.
Dan itulah sederet kejanggalan yang ditemukan serta teori - teori konspirasi yang beredar di masyarakat tentang kasus kopi sianida yang terjadi 7 tahun yang lalu. Nantikan artikel - artikel lainnya hanya di radiguntur.com.
Sumber : antaranews.com, kausakata.com.
Fenomena Alam Yang Unik dan Menakjubkan di Dunia

Src. from antaranews.com
Mungkin kamu suka
Yang mungkin kamu [juga] suka
Warungkustik
shorts
Berita Musik terbaru
© 2019 radioguntur.com
