Lebih Bahaya Vape atau Rokok Tembakau?

Dari soGun
Salam, komentar, request..
  healiron ~ " mau requestt sheila on 7 - pemuja rahasia dong kak <3 "        chikapriliaa27 ~ " semangat siaran kak sintya! "        kdksintyanm ~ " Haloo kaa, req lagunya for revenge-penyangkalan atau feast nina dong kak. Salamnya buat maha yg ngilang gatau kemana. Buat kaka penyiar jaga kesehatan yaa ujan2 musim sakit ?? "        aguscs7 ~ " kirim-kirim salam untuk rekan pejuang PPPK , semangat & sukses!! untuk pak erik , tante vera sering-sering kirim makanan ke PKA "        aiutrsta ~ " next bahas : 1. cowok mokondo 2. dijadikan pelampiasan/pelarian saja untuk mengisi kekosongan, manas2in mantannya trus kembali sama mantannya "        dharmaditya09 ~ " Titip salam buat kak usro yang lagi di jogja semangat trainingnya buat bisa cepat ke korea amin "        ajung.krisna84 ~ " Yuhuuuu stay tune di radioguntur.com "        culturepekalongankab ~ " Dari Bidang Kebudayaan Dindikbud Kab. Pekalongan nih Kak... streaming radio seru dengan lagu keren2. salam hangat dan Penuh Cinta dari Pekalongan untuk semua saja yang sdg konsenin Guntur FM Bali. Terimakasih... request Lagunya WARNA yang SINARAN. "     
by natyaiswarii.
~

Lebih Bahaya Vape atau Rokok Tembakau?
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.

Rokok elektrik atau disebut juga dengan vape semakin hari semakin digandrungi, terlebih di kalangan usia dewasa muda. Beberapa orang menyebutkan bahwa rokok elektrik jauh lebih bergaya dan lebih aman dibanding rokok tembakau. Namun, hingga kini pro dan kontra hal ini masih saja diperdebatkan. Lalu sebenarnya yang mana lebih aman antara vape dan rokok tembakau? Cari Jawabannya disini ya!

Cara Kerja Vape dan Rokok Tembakau

Kamu pasti sering mendengar bahwa merokok berbahaya bagi tubuh. Saat kamu menyalakan rokok, maka rokok akan terbakar dalam suhu 70 ° C pada ujung rokok dan 60 ° C di bagian tengah rokok. Panas ini akan merubah tembakau menjadi berbagai bahan beracun yang akan dihirup ke dalam tubuh bersama dengan asap.Seorang perokok biasanya menghirup secara dalam-dalam dan menahan asap dalam jangka waktu yang lama dalam paru-paru mereka sehingga menyebabkan tar akan berada lebih dalam di paru.  

Sedangkan, vape bekerja dengan cara memanaskan cairan di dalam tabung, lalu mengubahnya menjadi uap. Selain pada bentuknya, perbedaan mendasar dari kedua jenis rokok ini adalah kandungan tembakau. Vape tidak memiliki kandungan tembakau seperti rokok tradisional. Namun, hal itu tidak menjadi tolok ukur bahwa vape lebih aman dibandingkan dengan rokok.

Perbedaan Kandungan Vape dan Rokok Tembakau

Kandungan Rokok Tembakau

  • Asetaldehida, senyawa yang ada dalam lem dan dapat menjadi penyebab kanker atau karsinogen.
  • Aseton, senyawa yang berguna untuk menghapus cat kuku. Namun, paparan jangka panjangnya bisa merusak hati serta ginjal.
  • Arsenik, senyawa dalam racun tikus serta pestisida. Senyawa ini biasanya ada di dalam asap rokok.
  • Acrolein, bahan di dalam gas air mata. Senyawa ini bisa mengiritasi mata serta saluran pernapasan bagian atas. Zat ini juga bersifat karsinogen.
  • Amonia, senyawa yang menyebabkan asma dan meningkatkan tekanan darah. Amonia biasanya banyak digunakan dalam bahan pembersih.
  • Benzene, senyawa yang menurunkan jumlah sel darah merah dan membahayakan organ reproduksi seseorang.
  • Kadmium, senyawa pelapis logam antikarat dan bahan pembuat baterai. Kadmium bisa merusak otak, ginjal, dan hati.
  • Kromium, senyawa yang bisa menyebabkan kanker paru - paru jika terpapar terlalu lama. Selain pada rokok, kromium biasanya ada dalam perawatan kayu, pengawet kayu, dan pelapis logam.
  • Formaldehyde, senyawa yang banyak ada dalam kayu lapis, papan serat, dan papan partikel. Paparannya bisa menyebabkan kanker hidung, merusak sistem pencernaan, kulit, dan paru-paru.
  • Nitrosamines, senyawa yang bisa menyebabkan mutasi DNA dan beberapa di antaranya diketahui sebagai karsinogen.
  • Toluene, bahan kimia yang banyak berguna dalam pelarut, termasuk pada cat. Toluene punya banyak efek merugikan yaitu membuat seseorang menjadi linglung, hilang ingatan, mual, lemah, dan lainnya.
  • Tar, senyawa yang ketika asap rokok dihirup, 70 persennya akan tetap menempel di paru-paru dalam bentuk zat cokelat. Lama-lama, tar yang terkumpul di dalam paru bisa menyebabkan kanker. Senyawa ini yang menyebabkan orang menganggap rokok lebih aman saat membahas bahaya vape vs rokok.
  • Karbon monoksida, gas beracun karena orang bisa dengan mudah menghirupnya tanpa menyadarinya. Karbon monoksida juga sangat berbahaya karena bisa menurunkan fungsi otot dan jantung.
  • Nikotin, Nikotin adalah senyawa yang membuat seseorang ingin terus merokok lagi dan lagi. Ini merupakan senyawa candu yang ada di dalam rokok.

Kandungan Vape

Cairan vape biasanya mengandung nikotin, propilen glikol, gliserin, perasa, dan bahan kimia lainnya.

  • Nikotin, Vape (vapor) vs rokok sama-sama mengandung nikotin. Sama seperti pada rokok, nikotin di dalam vape sangatlah candu hingga keinginan untuk mengonsumsinya sulit dikendalikan.
  • Volatile organic compounds (VOC), Volatile organic compounds adalah senyawa organik yang mudah menguap contohnya propilen glikol. Propilen glikol adalah zat yang biasanya digunakan untuk menghasilkan kabut pada panggung.

Pada tingkat tertentu, VOC bisa menyebabkan sejumlah gejala tak mengenakkan, seperti:

- iritasi mata, hidung, paru-paru, dan tenggorokan,

- sakit kepala,

- mual, dan

- berpotensi merusak hati, ginjal, serta sistem saraf.

  • Bahan Kimia Perisa, Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa rasa-rasa pada vape mengandung bahan kimia yang disebut dengan diacetyl. Diacetyl merupakan senyawa yang kerap dikaitkan dengan penyakit paru serius yaitu bronchiolitis obliterans atau paru-paru popcorn.
  • Formaldehyde, zat penyebab kanker yang bisa terbentuk ketika cairan vape terlalu panas. Senyawa ini biasanya banyak digunakan dalam kayu lapis, papan serat, dan papan artikel.a berakibat buruk pada paru-paru.

 

Jadi, lebih bahaya vape atau rokok?

Situs Smoke Free menyebut perbedaan utama antara vape vs rokok tradisional adalah pada kandungan tembakaunya. Hanya rokok tradisional yang mengandung tembakau, vape umumnya tidak. Namun, bukan berarti hal ini bisa jadi tolak ukur mana yang lebih berbahaya antara rokok vs vape. Ini karena bukan hanya tembakau yang menyebabkan kanker dan penyakit serius lainnya. Ada banyak kandungan di dalam vape maupun rokok yang punya efek negatif untuk kesehatan. Rokok tradisional mengandung daftar bahan kimia yang terbukti berbahaya dan vape memiliki beberapa bahan kimia yang sama. Oleh karena itu, bahaya vape atau rokok elektrik tetap ada dan patut dirisaukan.

Kanker paru-paru, emfisema, penyakit jantung, dan penyakit serius lainnya umumnya berkembang setelah seseorang mengonsumsi rokok selama bertahun-tahun. Hingga saat ini tidak ada fakta yang membuktikan bahwa bahaya atau dampak vape lebih rendah dibandingkan dengan rokok. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi peringatan kepada seluruh negara di dunia untuk melarang anak-anak, ibu hamil, dan wanita usia produktif untuk mengisap rokok elektrik. Oleh karena itu, rokok elektrik vs rokok tembakau sama-sama punya bahaya yang tak bisa diabaikan. Jadi, akan jauh lebih baik jika Anda menjauhi rokok tembakau dan vape demi kesehatan yang lebih baik ya, Sogun!

Sumber : hellosehat.com, halodoc.com, kompas.com

Artikel yang mungkin kamu suka..
Pembunuh Berantai Tersadis di Indonesia
by dinaaprilia.290403

Src. from hellosehat.com
Rekomendasi
Mungkin kamu suka
Rekomendasi Indie
Yang mungkin kamu [juga] suka

Warungkustik
shorts

Berita Musik terbaru
Virgoun
Lirik Lagu
11 hari yang lalu ~ 24 Januari 2026
For Revenge
For Revenge Rilis Perayaan Patah Hati Babak 2, Luka Mulai Diterima
12 hari yang lalu ~ 23 Januari 2026

© 2019 radioguntur.com