Money Around the World
Salam, komentar, request..
Money Around the World
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.
1. Dolar Amerika Serikat (USD)
Dolar Amerika Serikat adalah mata uang resmi Amerika Serikat dan salah satu yang paling berpengaruh secara global. Dikenal dengan sebutan "greenback", uang ini mulai digunakan sejak akhir abad ke-18 dan telah menjadi standar dalam perdagangan internasional. Setelah Perang Dunia II, perjanjian Bretton Woods menjadikan dolar sebagai mata uang utama cadangan dunia.
Sebagai mata uang cadangan global, USD digunakan dalam berbagai transaksi lintas negara, termasuk perdagangan minyak, emas, dan komoditas lainnya. Banyak negara menyimpan cadangan devisanya dalam bentuk dolar untuk menjaga stabilitas nilai tukar mata uang mereka. Stabilitas ekonomi dan politik Amerika menjadi salah satu alasan utama dominasi USD di pasar dunia.
USD juga digunakan secara luas di luar Amerika Serikat. Beberapa negara bahkan mengadopsinya secara tidak resmi atau resmi sebagai mata uang nasional. Hal ini menjadikan USD tidak hanya simbol ekonomi AS, tetapi juga fondasi sistem keuangan global modern.
2. Euro (EUR)
Euro merupakan mata uang resmi dari 20 negara anggota Uni Eropa yang tergabung dalam kawasan euro. Diperkenalkan secara elektronik pada tahun 1999 dan secara fisik pada tahun 2002, euro menggantikan mata uang nasional masing-masing negara anggota, seperti mark Jerman dan franc Prancis. Euro bertujuan memperkuat integrasi ekonomi dan politik di Eropa.
Mata uang ini diatur oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dan merupakan mata uang kedua yang paling banyak diperdagangkan setelah dolar AS. Kepercayaan terhadap euro cukup tinggi karena didukung oleh kekuatan ekonomi seperti Jerman, Prancis, dan Italia. Euro juga memainkan peran penting dalam cadangan devisa banyak negara di luar Eropa.
Namun, euro sempat mengalami tantangan besar, terutama selama krisis utang Eropa (2009–2012). Negara-negara seperti Yunani, Spanyol, dan Portugal menghadapi kesulitan ekonomi yang memengaruhi stabilitas euro. Meski begitu, euro tetap bertahan dan terus menjadi simbol kekuatan ekonomi Eropa.
3. Yen Jepang (JPY)
Yen adalah mata uang resmi Jepang yang diperkenalkan pada tahun 1871. Sebagai salah satu mata uang tertua yang masih digunakan, yen memiliki peran penting dalam sistem keuangan Asia dan global. Jepang, sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia, menjadikan yen sebagai instrumen penting dalam perdagangan dan investasi internasional.
Yen terkenal karena stabilitasnya dan sering dijadikan "safe haven currency" oleh investor global saat terjadi krisis ekonomi. Banyak investor memilih untuk membeli yen karena dianggap relatif aman dibandingkan dengan mata uang lain saat pasar mengalami gejolak. Hal ini membuat yen memiliki hubungan erat dengan pergerakan risiko di pasar global.
Bank of Japan (BoJ) memainkan peran besar dalam mengatur nilai tukar yen melalui kebijakan moneter, termasuk suku bunga rendah bahkan negatif. Meskipun Jepang mengalami deflasi dan pertumbuhan ekonomi lambat, yen tetap menjadi mata uang yang kuat dan dihormati secara global.
4. Pound Sterling (GBP)
Pound sterling adalah mata uang resmi Inggris Raya dan merupakan salah satu mata uang tertua yang masih digunakan. Asal usulnya dapat ditelusuri hingga abad ke-8. Pound sering disebut sebagai "sterling" dan memiliki simbol £. Sebelum munculnya euro, pound adalah mata uang paling berpengaruh di Eropa.
Sebagai mata uang negara dengan sejarah perdagangan dan kolonial yang luas, pound memiliki pengaruh global yang besar. Bank of England adalah otoritas yang mengatur kebijakan moneter dan nilai tukar pound. Nilainya sering kali lebih tinggi dibandingkan dolar AS, yang mencerminkan kekuatan ekonomi dan reputasi keuangan Inggris.
Meskipun Inggris keluar dari Uni Eropa melalui Brexit, pound tetap menjadi mata uang mandiri yang kuat. Namun, ketidakpastian pasca-Brexit sempat menyebabkan fluktuasi nilai tukar pound terhadap mata uang lain. Pemerintah Inggris dan Bank of England terus bekerja menjaga stabilitas pound di tengah dinamika global.
5. Franc Swiss (CHF)
Franc Swiss adalah mata uang resmi Swiss dan Liechtenstein. Simbol keuangannya adalah CHF, dan mata uang ini terkenal karena kestabilannya. Sebagai negara yang netral secara politik dan memiliki ekonomi yang kuat, Swiss memiliki reputasi tinggi dalam dunia keuangan global.
CHF sering dijadikan mata uang "safe haven", terutama saat terjadi ketidakpastian geopolitik atau ekonomi global. Investor sering memindahkan aset ke franc Swiss untuk melindungi kekayaan dari volatilitas pasar. Nilai franc Swiss cenderung stabil karena kebijakan konservatif dari Swiss National Bank (SNB).
Selain stabilitas politik dan ekonomi, Swiss juga terkenal karena sistem perbankan yang ketat dan rahasia. Hal ini membuat negara ini menjadi pusat keuangan dunia. Namun, pada tahun-tahun terakhir, Swiss mulai menghadapi tekanan untuk transparansi lebih besar dalam sistem keuangannya, tanpa mengurangi kepercayaan terhadap CHF.
6. Dolar Kanada (CAD)
Dolar Kanada adalah mata uang resmi Kanada dengan simbol CAD dan sering disebut "loonie", karena koin 1 dolar bergambar burung loon. Mata uang ini digunakan secara luas di Kanada dan dipengaruhi oleh faktor-faktor global, terutama perdagangan komoditas seperti minyak dan gas.
Sebagai salah satu produsen minyak terbesar, nilai tukar CAD sangat sensitif terhadap harga minyak dunia. Ketika harga minyak naik, dolar Kanada cenderung menguat, dan sebaliknya. Kanada juga memiliki hubungan ekonomi yang erat dengan Amerika Serikat, menjadikan fluktuasi USD berdampak langsung pada CAD.
Bank of Canada mengatur kebijakan moneter dan inflasi untuk menjaga kestabilan CAD. Kanada dianggap sebagai negara dengan ekonomi yang stabil dan transparan, menjadikan dolar Kanada salah satu mata uang yang diminati investor internasional dalam portofolio mereka.
7. Dolar Australia (AUD)
Dolar Australia adalah mata uang resmi Australia dan dikenal luas di pasar mata uang global. AUD memiliki kode mata uang AUD dan simbol $. Karena Australia adalah negara dengan ekspor besar di sektor pertambangan dan pertanian, AUD termasuk mata uang berbasis komoditas.
Nilai AUD sangat dipengaruhi oleh permintaan global terhadap barang-barang seperti batu bara, bijih besi, dan gas alam. Selain itu, hubungan dagang yang kuat dengan Tiongkok membuat ekonomi Australia dan nilai AUD sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi Tiongkok.
Reserve Bank of Australia bertanggung jawab mengatur kebijakan moneter dan kestabilan nilai AUD. Meski AUD kadang dianggap volatil karena ketergantungan pada komoditas, mata uang ini tetap diminati oleh investor karena likuiditasnya dan stabilitas ekonomi Australia.
8. Yuan Tiongkok (CNY)
Yuan adalah mata uang resmi Tiongkok dengan nama formal "renminbi" (RMB), yang berarti "mata uang rakyat". Yuan adalah satuan dasar renminbi, dan keduanya sering digunakan secara bergantian. Pemerintah Tiongkok sangat mengontrol nilai tukar yuan, berbeda dengan mata uang pasar bebas.
CNY semakin banyak digunakan dalam perdagangan internasional seiring meningkatnya kekuatan ekonomi Tiongkok. Negara-negara seperti Rusia dan negara berkembang lainnya mulai menggunakan yuan dalam perdagangan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Yuan juga telah dimasukkan ke dalam keranjang mata uang SDR IMF sejak 2016.
Bank Rakyat Tiongkok bertindak sebagai otoritas moneter, menggunakan kombinasi intervensi pasar dan kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Meskipun yuan belum sepenuhnya dapat ditukar bebas, pengaruhnya di pasar global terus tumbuh pesat.
Src. from money.kompas.com, gramedia.com
Mungkin kamu suka
Yang mungkin kamu [juga] suka
Warungkustik
shorts
Berita Musik terbaru
© 2019 radioguntur.com

