Pain Is Yours, Hate Is Optional

Dari soGun
Salam, komentar, request..
  healiron ~ " mau requestt sheila on 7 - pemuja rahasia dong kak <3 "        chikapriliaa27 ~ " semangat siaran kak sintya! "        kdksintyanm ~ " Haloo kaa, req lagunya for revenge-penyangkalan atau feast nina dong kak. Salamnya buat maha yg ngilang gatau kemana. Buat kaka penyiar jaga kesehatan yaa ujan2 musim sakit ?? "        aguscs7 ~ " kirim-kirim salam untuk rekan pejuang PPPK , semangat & sukses!! untuk pak erik , tante vera sering-sering kirim makanan ke PKA "        aiutrsta ~ " next bahas : 1. cowok mokondo 2. dijadikan pelampiasan/pelarian saja untuk mengisi kekosongan, manas2in mantannya trus kembali sama mantannya "        dharmaditya09 ~ " Titip salam buat kak usro yang lagi di jogja semangat trainingnya buat bisa cepat ke korea amin "        ajung.krisna84 ~ " Yuhuuuu stay tune di radioguntur.com "        culturepekalongankab ~ " Dari Bidang Kebudayaan Dindikbud Kab. Pekalongan nih Kak... streaming radio seru dengan lagu keren2. salam hangat dan Penuh Cinta dari Pekalongan untuk semua saja yang sdg konsenin Guntur FM Bali. Terimakasih... request Lagunya WARNA yang SINARAN. "     
by prettylaudy14.
~

Pain Is Yours, Hate Is Optional
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.

Mengutip The Oracles di Forbes, berikut cara menghadapi orang yang membenci kita:

1. Anggap kritikan sebagai asupan energi

Pertama, anggap kritikan yang penuh kebencian sebagai asupan energi. Misalnya, ada orang yang menganggap kamu kurang pintar maka ambil komentar ini sebagai patokan untuk membuktikan kenyataan yang asli terkait diri sendiri. 

Jangan lupa pula bahwa orang-orang yang mengambil risiko akan lebih dikenang. Pasalnya, kumpulan individu ini yang berani dan rela berkorban untuk mengubah dunia menjadi lebih baik.

Dean Graziosi, NYT-bestselling author, menekankan bahwa kritikan adalah dorongan untuk memberanikan diri dan mengambil tantangan baru. Jadi, jangan bersedih hati dan ambil kesempatan ini untuk membuktikan diri sendiri.

2. Orang sukses tak perlu menjatuhkan orang lain

Setelah berulang kali menghadapi kebencian, mungkin kamu mulai merasa muak dan kesal. Mungkin kamu ingin sesekali menjadi orang yang melontarkan ujaran kebencian itu. Lantaran, ini menjadi pelampiasan atas balas dendam dan perasaan yang terpendam.

Namun, ternyata orang sukses yang bahagia enggak perlu menjatuhkan orang lain, lho. Justru, mereka tak ingin menghabiskan waktunya dengan mengucapkan komentar-komentar negatif pada sesama.

Khalil Rafati, founder dari SunLife Organics menyetujui mindset yang serupa ini. Sebaliknya, ia berempati dengan kumpulan komentar negatif di media sosial. Bukan karena merasa lebih tinggi, melainkan merasa kasihan dengan penderitaan dan rasa sakit yang mungkin sedang dialami oleh para pemberi kritikan.

3. Balas dengan kebaikan

Daripada terus-terusan khawatir dan membalas dengan kebencian, coba berikan kebaikan. Jangan merasa marah ataupun menyimpan dendam terhadap mereka. Justru, lakukan hal lain yang lebih positif.

Kamu bisa mengingat nama-nama orang yang sering mengucapkan kebencian ini. Lalu, praktikkan beberapa aksi kebaikan untuk mereka. Misalnya, mengadakan percakapan yang tulus, membantu kesulitan mereka, atau bahkan memaafkan makian mereka.

Meski mereka hanya mengabaikannya, tentu dampaknya akan memengaruhi orang lain. Peter Hernandez, founder dan presiden dari Teles Properties, menjelaskan bahwa orang yang membenci enggak bakal bisa menggagalkan kamu. Jadi, teruslah berperan sebagai cahaya yang positif bagi orang lain.

4. Fokus pada Hal-Hal yang Bisa Kamu Kendalikan

Salah satu cara terbaik untuk menjaga mental tetap stabil dalam menghadapi kebencian adalah dengan fokus pada hal-hal yang bisa kamu kendalikan. Kamu tidak bisa mengubah cara orang berpikir atau merasa tentangmu. Memaksakan diri untuk mengubah pandangan mereka hanya akan membuang-buang energi. Lebih baik, fokuskan perhatianmu pada hal-hal positif dalam hidup yang bisa kamu kendalikan, seperti mengembangkan diri, mengejar impian, dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang-orang yang mendukungmu.

Dengan memusatkan perhatian pada hal-hal yang bisa kamu kontrol, kamu akan merasa lebih berdaya dan tidak terlalu terpengaruh oleh hal-hal negatif yang terjadi di sekitarmu. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini akan membuatmu lebih bahagia dan damai. Kebencian orang lain hanyalah gangguan sementara, sementara kehidupanmu adalah sesuatu yang jauh lebih besar dan bermakna. Jadi, teruslah melangkah maju dan biarkan kebencian mereka berlalu begitu saja.

5. Jadikan Kebencian sebagai Motivasi

Dengan menggunakan kebencian orang lain sebagai motivasi untuk terus berkembang. Alih-alih merasa terpuruk karena ada yang tidak menyukaimu, anggaplah ini sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa kamu bisa lebih baik. Kadang-kadang, kebencian orang lain sebenarnya datang dari rasa iri terhadap pencapaian atau kualitas yang kamu miliki. Jadi, manfaatkan momen ini untuk meningkatkan kualitas dirimu, tanpa harus membalas dengan kebencian.

Dengan menjadikan kebencian sebagai bahan bakar untuk terus maju, kamu akan menemukan bahwa setiap tantangan justru akan membuatmu lebih kuat. Kebencian yang diarahkan kepadamu bisa menjadi dorongan untuk bekerja lebih keras, meraih mimpi-mimpi yang lebih tinggi, dan membuktikan bahwa dirimu adalah seseorang yang tak mudah diruntuhkan oleh komentar negatif. Ketika kamu berhasil mencapai hal-hal besar dalam hidupmu, orang-orang yang membencimu akan sadar bahwa kebencian mereka tidak menghambatmu—justru kamu semakin maju.

 

Artikel yang mungkin kamu suka..
Buatan Sendiri, Ide Isian Hampers Lebaran Hemat tapi Tetap Berkesan
by pratiwikmcitra

Src. from kumparan.com, fimela.com
Rekomendasi
Mungkin kamu suka
Rekomendasi Indie
Yang mungkin kamu [juga] suka

Warungkustik
shorts

Berita Musik terbaru
Virgoun
Lirik Lagu
10 hari yang lalu ~ 24 Januari 2026
For Revenge
For Revenge Rilis Perayaan Patah Hati Babak 2, Luka Mulai Diterima
11 hari yang lalu ~ 23 Januari 2026

© 2019 radioguntur.com