Ritual-ritual Unik di Dunia

Dari soGun
Salam, komentar, request..
  healiron ~ " mau requestt sheila on 7 - pemuja rahasia dong kak <3 "        chikapriliaa27 ~ " semangat siaran kak sintya! "        kdksintyanm ~ " Haloo kaa, req lagunya for revenge-penyangkalan atau feast nina dong kak. Salamnya buat maha yg ngilang gatau kemana. Buat kaka penyiar jaga kesehatan yaa ujan2 musim sakit ?? "        aguscs7 ~ " kirim-kirim salam untuk rekan pejuang PPPK , semangat & sukses!! untuk pak erik , tante vera sering-sering kirim makanan ke PKA "        aiutrsta ~ " next bahas : 1. cowok mokondo 2. dijadikan pelampiasan/pelarian saja untuk mengisi kekosongan, manas2in mantannya trus kembali sama mantannya "        dharmaditya09 ~ " Titip salam buat kak usro yang lagi di jogja semangat trainingnya buat bisa cepat ke korea amin "        ajung.krisna84 ~ " Yuhuuuu stay tune di radioguntur.com "        culturepekalongankab ~ " Dari Bidang Kebudayaan Dindikbud Kab. Pekalongan nih Kak... streaming radio seru dengan lagu keren2. salam hangat dan Penuh Cinta dari Pekalongan untuk semua saja yang sdg konsenin Guntur FM Bali. Terimakasih... request Lagunya WARNA yang SINARAN. "     
by yuliawidyasari664.
~

Ritual-ritual Unik di Dunia
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.

1. Toddler Tossing
Toddler Tossing atau menjatuhkan bayi dari ketinggian merupakan salah satu ritual aneh yang dilakukan di India.

Kegiatan ini dilakukan di Baba Umer Dargah, tempat suci Islam terkenal di Solapur, India.

Usia bayi untuk melakukan ritual ini berkisar di usia 2 tahun yang akan dijatuhkan dari ketinggian 15 meter dan akan ditangkap dengan kain yang dipegang oleh pria Muslim dan Hindu di bawah.

Ritual ini sudah berusia lebih dari 700 tahun dan viral di seluruh dunia setelah sebuah video dokumenter ritual ini beredar di internet.

Berdasarkan laporan Associated Press 2009, orang tua Hindu dan Muslim percaya ritual ini dapat menjamin kesehatan dan kemakmuran bagi keluarga dan membuat sang bayi tumbuh menjadi orang yang lebih kuat.

Setelah video dokumenter ritual ini viral, banyak kelompok yang mendesak larangan ritual ini dilakukan kembali. 

Desakan itu berhasil, sampai di tahun 2011 kembali dilakukan di kuil Digambeshwara di Desa Nagrala yang membuat Komisi Nasional Perlindungan Hak Anak India frustasi.

2. Night Hunting
Night Hunting adalah ritual romansa malam yang dilakukan di Bhutan. 

Nama asli ritual ini sebenarnya bukan “Night Hunting”, melainkan “Prowling for Girls” yang diterjemahkan sebagai “mencari mangsa anak perempuan”.

Ritual ini biasanya dilakukan seorang anak laki-laki yang diam-diam memasuki rumah seorang gadis di malam hari untuk berpacaran atau melakukan persetubuhan.

Biasanya para laki-laki ini sudah punya target wanita yang ingin dikencani. 

Setelah mengetahui rumahnya, mereka akan berusaha untuk masuk ke dalam rumah dan melakukan persetubuhan dengan gadis yang diincar.

Para pria yang ingin menikahi gadis tersebut biasanya sengaja menetap di kamar sampai kedua orang tua mengetahuinya, sehingga mereka akan dipaksa untuk menikah.

Ritual ini perlahan mulai ditinggalkan seiring meningkatnya sistem keamanan rumah yang membuat para pria sulit untuk menerobos masuk ke rumah orang lain.

3. Thaipusam
Thaipusam adalah ritual India yang berkaitan dengan iman, ketekunan, dan penebusan dosa. 

Kata Thaipusam sendiri berasal dari kata “Thai” yang berarti bulan dan “Pusam” yang berarti bintang.

Ritual ini biasanya terjadi pada bulan purnama dan dirayakan di akhir minggu bulan Januari sampai awal Februari, tergantung keselarasan antara bumi, bulan, dan matahari.

Ritual ini merupakan bentuk kolaborasi praktik keagamaan dan tindik pada tubuh. 

Para pemuda biasanya akan diarak dari satu kuil ke kuil lainnya dengan tubuh yang tertusuk benda-benda tajam, seperti jarum, besi, dan kail pancing di daerah tubuh dada, punggung, dan wajah.

Setiap partisipan biasanya akan menggunakan pakaian berwarna kuning atau cerah dan membawa seserahan atau persembahan berupa bunga melati dan buah-buahan berwarna kuning. 

Warna kuning dipercayai dapat memberikan kesuburan yang akan memberikan kemakmuran bagi kehidupan mereka.

4. Tooth Filling
Tooth filling atau metatah adalah ritual yang dilakukan Hindu Bali saat mereka sudah dewasa. 

Setiap orang tua wajib melakukan ritual ini saat anak-anaknya telah menginjak usia remaja.

Untuk anak perempuan biasanya setelah pertama kali mendapatkan menstruasi, sedangkan anak laki-laki saat suaranya mulai berubah.

Jika tidak dilakukan pada saat itu, orang tua wajib melakukan ritual ini sebelum anak-anaknya menikah atau meninggal dunia. 

Orang-orang Bali percaya bahwa gigi taring dianggap sebagai ciri-ciri binatang dan percaya akan ditolak masuk ke surga karena akan dianggap sebagai hewan.

Gigi yang dikikis dipercaya dapat mengendalikan sifat-sifat manusia yang jahat, atau biasa mereka sebut dengan Sad Ripu yang menyebabkan seseorang tidak bahagia, serakah, nafsu, bodoh, dan niat buruk.

5. Famadihana
Famadihana adalah ritual atau tradisi pemakaman yang diikuti oleh Suku Malagasi di Madagaskar. 

Ritual ini dilakukan dengan cara menari dengan membawa jenazah leluhur dari pemakaman.

Setelah itu, mereka akan membungkus jenazahnya dengan kain baru dan menari sambil mengitari pemakaman dengan iringan musik. 

Ritual ini biasanya dilakukan sekali dalam 7 tahun, namun perlahan-lahan, tradisi ini mulai dilupakan dan jarang dilakukan.

6. Bullet Ant Gloves
Bullet Ant Gloves adalah ritual Suku Amazon yang dilakukan oleh anak laki-laki yang beranjak dewasa. 

Ritual ini merupakan bentuk pembuktian kejantanan anak laki-laki dengan cara yang sangat menakutkan.

Seorang dukun akan menempatkan semut-semut mematikan di sarung tangan anyaman. 

Sarung tersebut harus dikenakan oleh pemuda dan menari selama 10 menit untuk mengalihkan pikiran mereka dari rasa sakit. 

Ritual ini tidak hanya dilakukan sekali, melainkan 20 kali seumur hidup mereka untuk membuktikan kejantanannya.

7. Lotus Feet
Lotus Feet adalah tradisi Tiongkok yang dilakukan oleh jutaan wanita yang ingin membentuk kakinya seperti “Lotus Feet” atau berukuran tidak lebih dari empat inci. Para wanita rela mengikat dan menekuk kakinya sejak masih kecil demi mendapatkan ukuran kaki yang diimpikan.

Biasanya ritual ini mulai dilakukan saat anak-anak perempuan sudah berusia 4-6 tahun. Pada usia tersebut, otot-otot tubuh masih lentur sehingga tulang kaki mudah dibentuk. Proses pembentukannya, anak perempuan harus merendam kaki mereka dengan air hangat. 

Setelah itu jari-jari kaki (kecuali jempol) akan ditekuk ke bawah telapak kaki dan dibaluti dengan kain sutera untuk membungkus kaki mereka hingga dewasa. Selama kaki mereka diikat dengan kain, tidak ada satu orangpun yang boleh melihat kaki sang anak, kecuali suaminya kelak. Kondisi kaki terikat membuat mereka kesulitan untuk berjalan. 

Maka dari itu, mereka mengandalkan otot pinggul, paha, dan bokong untuk memudahkan mereka berjalan. 

Teknik ini justru membuat fisik tubuh wanita terlihat lebih menarik bagi pria Tiongkok pada masa itu.

Bagi orang-orang Tiongkok pada zaman dulu, kaki kecil adalah bukti kesetiaan sang wanita kepada suaminya dan membuktikan bahwa mereka berasal dari keluarga yang baik.

Artikel yang mungkin kamu suka..
Penyebab Wanita Karier Sulit Bertemu Pria Yang Tepat
by cantika.aprilia2002

Src. from inilah.com, viva.co.id
Rekomendasi
Mungkin kamu suka
Rekomendasi Indie
Yang mungkin kamu [juga] suka

Warungkustik
shorts

Berita Musik terbaru
Virgoun
Lirik Lagu
10 hari yang lalu ~ 24 Januari 2026
For Revenge
For Revenge Rilis Perayaan Patah Hati Babak 2, Luka Mulai Diterima
11 hari yang lalu ~ 23 Januari 2026

© 2019 radioguntur.com