Tanda Manipulasi dalam Hubungan!

Dari soGun
Salam, komentar, request..
  healiron ~ " mau requestt sheila on 7 - pemuja rahasia dong kak <3 "        chikapriliaa27 ~ " semangat siaran kak sintya! "        kdksintyanm ~ " Haloo kaa, req lagunya for revenge-penyangkalan atau feast nina dong kak. Salamnya buat maha yg ngilang gatau kemana. Buat kaka penyiar jaga kesehatan yaa ujan2 musim sakit ?? "        aguscs7 ~ " kirim-kirim salam untuk rekan pejuang PPPK , semangat & sukses!! untuk pak erik , tante vera sering-sering kirim makanan ke PKA "        aiutrsta ~ " next bahas : 1. cowok mokondo 2. dijadikan pelampiasan/pelarian saja untuk mengisi kekosongan, manas2in mantannya trus kembali sama mantannya "        dharmaditya09 ~ " Titip salam buat kak usro yang lagi di jogja semangat trainingnya buat bisa cepat ke korea amin "        ajung.krisna84 ~ " Yuhuuuu stay tune di radioguntur.com "        culturepekalongankab ~ " Dari Bidang Kebudayaan Dindikbud Kab. Pekalongan nih Kak... streaming radio seru dengan lagu keren2. salam hangat dan Penuh Cinta dari Pekalongan untuk semua saja yang sdg konsenin Guntur FM Bali. Terimakasih... request Lagunya WARNA yang SINARAN. "     
by cantika.aprilia2002.
~

Tanda Manipulasi dalam Hubungan!
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.

Sebelum mengetahui tanda-tandanya, kamu perlu memahami dulu apa itu manipulasi. Manipulasi adalah taktik yang digunakan seseorang untuk mendapatkan kendali atas orang lain. Biasanya dalam upaya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, dan sering kali dengan mengorbankan orang lain.  Contoh pacar yang manipulatif, ia bisa menggunakan strategi seperti berbohong, menyalahkan, bersikap pasif-agresif, dan mendiamkanmu. Nah, semua tindakan tersebut dilakukan demi membuatmu percaya bahwa dirinya benar, dan kamu salah. 

Nah, kondisi ini bisa membuatmu kebingungan tentang apa yang seharusnya dipikirkan atau dirasakan. Manipulasi yang dilakukan oleh pasangan bisa membuatmu meminta maaf pada dirinya, atas sesuatu yang bukan kesalahanmu.  Tanda-tanda manipulasi emosional bisa halus atau jelas, tapi yang pasti hal itu bisa merusak hubungan, kepercayaan diri dan harga diri kamu.

Berikut beberapa tanda manipulasi dalam percintaan yang perlu diwaspadai:

Kamu Mengabaikan Perasaanmu Sendiri

Tanda pertama yang bisa menjadi peringatan adanya perilaku manipulatif dari pasanganmu adalah kamu terus mengabaikan perasaan tidak nyaman yang kamu miliki, dan mencoba meyakinkan diri bahwa semuanya baik-baik saja.

Misalnya, kamu kesal pasanganmu sering menelpon atau asik bermain dengan gadgetnya sendiri selama kencan. Namun, ketika kamu membicarakan hal tersebut, ia menjadi marah dengan sangat cepat. Kemudian, ia malah menyalahkan kamu karena kamu merusak kencan yang spesial dengan sesuatu yang sepele. 

Jadi, kamu melupakan apa yang kamu rasakan tersebut dan mencoba menenangkan pasanganmu. Sementara itu, pasanganmu kembali memeriksa ponselnya lagi. Taktik manipulasi ini dikenal juga sebagai gaslighting.

Mulai Meragukan Diri Sendiri

Bila kamu mulai meragukan diri sendiri dan motivasi kamu sendiri, mungkin saja itu adalah tanda kamu sudah dimanipulasi.  Kamu mungkin dulu yakin dengan kemampuanmu untuk menangani situasi tertentu. Namun, sekarang kamu mulai mempertanyakan kemampuan  tersebut. Atau bahkan kamu mulai berpikir kamulah penyebab masalah dalam hubungan dengan pasangan.

Masih mengambil contoh kasus sebelumnya, tentang kebiasaannya yang suka menghabiskan banyak waktu dengan gadgetnya saat bersamamu. Namun,  kemudian pasanganmu mengatakan bahwa kamu juga melakukan hal tersebut, dan bahwa kamu selalu mencari-cari alasan yang memicu pertengkaran. 

Pada akhirnya, kamu jadi bertanya-tanya apakah benar kamu menjadi penyebab semua pertengkaran dengan pasangan selama ini? Kamu juga berpikir mungkin bila kamu tidak terlalu membesarkan masalah, pertengkaran tersebut tidak akan terjadi.

Mulai Kehilangan Diri Sendiri

Tanda manipulasi umum lainnya adalah ketika kamu mulai kehilangan perasaan tentang diri sendiri demi mengikuti tuntutan orang lain, atau kamu mengabaikan pendapat dan minatmu. Dalam hubungan percintaan, salah satu pihak mungkin mulai mengadopsi gaya hidup dan minat pihak lain demi menghindari konflik.

Misalnya, pasangan kamu terus menerus menolak bila diajak untuk menghabiskan waktu bersama teman atau keluargamu, atau untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai. Ia juga mengatakan bila kamu ingin menghabiskan waktu bersamanya, kamu harus melakukan apa yang ia inginkan.

Menjadi Takut dan Berhati-hati

Beberapa orang mungkin menggunakan kemarahan sebagai taktik manipulasi. Ledakan amarah mereka bisa membuat orang lain mundur, atau mengubah perilaku mereka untuk menghindari reaksi tersebut.

Nah, bila kamu takut pasanganmu akan marah saat dirimu hendak mengatakan atau bertindak sesuatu, hal ini patut diwaspadai. Sebab kondisi ini bisa saja menandai manipulasi dalam percintaan.

Melakukan Sesuatu yang Tidak Diinginkan atau Tidak Seharusnya

Hati-hati, bila pasangan kamu meminta kamu melakukan sesuatu dengan mengeluarkan kalimat, “Jika kamu benar-benar mencintaiku…” Permintaan mereka bisa berupa apa saja.

Nah, ini adalah taktik manipulasi yang menggunakan rasa bersalah dan emosi untuk mendorong atau mempermalukanmu agar melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan, atau tidak seharusnya kamu lakukan. Apalagi bila pasangan kamu sampai memaksa atau mengancammu, itu sudah jelas merupakan tanda manipulasi emosional.

Tidak mengakui kesalahannya

Pasangan yang manipulatif tidak mau mengakui kesalahannya. Parahnya lagi, ia mampu membuat kamu terus-terusan membelanya. Ketika orang lain mencium kesalahan pasangan kamu, kamu jadi membenarkan semua tindakan pasangan meski sebenarnya salah.

Tak jarang, kebohongan akan lebih sering dibuat untuk menutupi perilaku buruk pelaku. Hal ini tentu dapat memengaruhi hubungan kamu dengan keluarga ataupun sahabat.

Meremehkan perasaan Kamu

Pasangan yang senang melakukan menipulasi tidak mau mengakui kesalahan yang dibuatnya. Selain itu, mereka juga akan meremehkan emosi dan perasaan pasangan. Setiap menyampaikan ketidaksukaaan, kamu akan disebut terlalu berlebihan, emosional, dan sensitif. Akibatnya, kamu percaya dengan perkataan pasangan dan merasa diri terlalu sensitif.

Ketika orang lain mencium kesalahan pasangan kamu, kamu jadi membenarkan semua tindakan pasangan meski sebenarnya salah.

Tak jarang, kebohongan akan lebih sering dibuat untuk menutupi perilaku buruk pelaku. Hal ini tentu dapat memengaruhi hubungan kamu dengan keluarga ataupun sahabat.

Menghilangkan kebebasan Kamu

Kekerasan dalam hubungan yang kamu terima akan membuat kamu terus-menerus waspada dalam mengambil keputusan. Pilihan yang hendak dibuat akan serasa seperti hidup atau mati.

Kondisi itu pun membuat kamu kehilangan kebebasan untuk berekspresi dan menyampaikan pendapat. Bahkan, ketakutan ini bisa saja terus terbawa meski hubungan kamu sudah berakhir.

Cara menghadapi pasangan manipulatif

Tindakan manipulasi tidak boleh dibiarkan begitu saja. Jika terjadi secara terus-menerus, Anda berisiko mengalami masalah psikologis yang bisa berkembang menjadi gangguan mental. Berikut adalah beberapa cara menghadapi pasangan yang manipulatif.

1. Fokus pada kesalahan pasangan

Pasangan yang manipulatif sering kali mengalihkan topik pembicaraan agar kamu lupa dengan kesalahannya. Cara ini dilakukan untuk mengambil kontrol dalam interaksi.

Ketika pelaku berbuat kesalahan, cobalah untuk fokus pada tindakan buruk yang dilakukan dan dampaknya bagi kamu. Jangan mudah terbuai permainan kata-kata yang diucapkan pasangan.

2. Buat batasan

Batasan yang tidak jelas dalam hubungan akan membuat kamu mudah dimanipulasi. Sejak awal hubungan, sampaikan apa saja yang tidak boleh dilakukan.

Tentukan juga konsekuensi yang akan diambil jika salah satu dari Anda melewati batasan tersebut. Dengan begitu, tidak ada lagi toleransi untuk kesalahan fatal yang dibuat pasangan.

3. Minta bantuan ke orang lain

Sudut pandang orang ketiga terkadang dibutuhkan dalam hubungan yang tidak sehat. Ketika terlibat masalah dengan pasangan, tidak ada salahnya meminta pendapat orang terdekat. Pastikan kamu memilih orang yang dapat bersikap objektif. Dengan begitu, kamu bisa jadi lebih tahu mengenai tindakan apa yang harus diambil selanjutnya.

Apabila tindakan manipulatif terjadi secara terus-menerus dan berdampak buruk bagi kesehatan mental kamu, pertimbangkan untuk mengakhiri hubungan yang abusif tersebuti. Berdiam diri hanya akan membuat kamu terjebak dalam hubungan tidak sehat. Jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain, terlebih jika tindakan pasangan mengarah pada kekerasan.

Untuk mengenali tanda manipulasi, penting untuk mendengarkan insting kamu. Bila pasangan secara konsisten membuatmu merasa terkuras secara emosional, cemas, takut, ragu akan kebutuhan, pikiran, dan perasaanmu sendiri, kemungkinan pasanganmu telah melakukan manipulasi emosional. Dan jika dirasa masih memungkinkan untuk menjalin hubungan, kamu bisa terapin cara buat menghadapi pasangan manipulatif yang udah dijelasin diatas yaa!

Sumber : halodoc.com, hallosehat.com.

Artikel yang mungkin kamu suka..
Penyakit yang Sering Menyerang Anak Muda
by yuliawidyasari664

Src. from halodoc.com
Rekomendasi
Mungkin kamu suka
Rekomendasi Indie
Yang mungkin kamu [juga] suka

Warungkustik
shorts

Berita Musik terbaru

© 2019 radioguntur.com