Calo Tiket Konser Ed Sheeran Dan Lady Gaga Bersalah, Wajib Balikin Rp 60 Miliar

Dari soGun
Salam, komentar, request..
  healiron ~ " mau requestt sheila on 7 - pemuja rahasia dong kak <3 "        chikapriliaa27 ~ " semangat siaran kak sintya! "        kdksintyanm ~ " Haloo kaa, req lagunya for revenge-penyangkalan atau feast nina dong kak. Salamnya buat maha yg ngilang gatau kemana. Buat kaka penyiar jaga kesehatan yaa ujan2 musim sakit ?? "        aguscs7 ~ " kirim-kirim salam untuk rekan pejuang PPPK , semangat & sukses!! untuk pak erik , tante vera sering-sering kirim makanan ke PKA "        aiutrsta ~ " next bahas : 1. cowok mokondo 2. dijadikan pelampiasan/pelarian saja untuk mengisi kekosongan, manas2in mantannya trus kembali sama mantannya "        dharmaditya09 ~ " Titip salam buat kak usro yang lagi di jogja semangat trainingnya buat bisa cepat ke korea amin "        ajung.krisna84 ~ " Yuhuuuu stay tune di radioguntur.com "        culturepekalongankab ~ " Dari Bidang Kebudayaan Dindikbud Kab. Pekalongan nih Kak... streaming radio seru dengan lagu keren2. salam hangat dan Penuh Cinta dari Pekalongan untuk semua saja yang sdg konsenin Guntur FM Bali. Terimakasih... request Lagunya WARNA yang SINARAN. "     
Berita musik ~ Ed Sheeran
~

Calo Tiket Konser Ed Sheeran Dan Lady Gaga Bersalah, Wajib Balikin Rp 60 Miliar
Music News on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.

19 Januari 2026 ( 15 hari yang lalu )

Pasangan suami istri asal Norfolk, Inggris, terbukti mendalangi penipuan tiket konser berskala besar. Yup, kejadian ini langsung membuat posisi mereka di ujung tanduk.

Soalnya pengadilan memerintahkan mereka untuk mengembalikan uang sebesar £3 juta atau sekitar Rp 60 miliar.

Maria Chenery-Woods dan suaminya, Mark Woods, diwajibkan melunasi nominal tersebut dalam waktu tiga bulan nih, kalau mereka gak ingin mendekam lebih lama di balik jeruji besi.

Putusan ini merupakan kelanjutan dari kasus yang mengguncang industri hiburan Inggris, saat perusahaan mereka, TQ Tickets Ltd, secara ilegal memborong tiket musisi papan atas, seperti Ed Sheeran hingga Lady Gaga, untuk kemudian dijual kembali dengan harga selangit.

Berdasarkan sidang di Pengadilan Leeds Crown, Chenery-Woods diperintahkan membayar 995.279 poundsterling dalam hitungan minggu, dengan ancaman tambahan hukuman empat tahun penjara jika gagal membayar.

Sementara itu, Mark Woods dibebani kewajiban membayar 2 juta poundsterling, paling lambat April mendatang, atau menghadapi konsekuensi hukuman penjara selama tujuh tahun enam bulan.

Sebelumnya pada Mei 2024, Chenery-Woods telah dijatuhi hukuman empat tahun penjara, sedangkan suaminya menerima hukuman percobaan dua tahun, dengan syarat melakukan kerja sosial selama 250 jam serta pengawasan elektronik.

Pihak kepolisian yang membongkar kasus ini mengungkap bahwa total keuntungan yang diraup pasangan ini mencapai 9.8 juta poundsterling, jumlah yang menurut otoritas hukum harus dibayar lunas sepenuhnya.

Detektif Inspektur Kepala Jon Hodgeon menjelaskan, tim investigator finansial telah melakukan analisis mendalam terhadap aliran dana yang dihasilkan oleh Woods dan Chenery-Woods.

Ia menegaskan, keduanya menggunakan taktik tidak jujur untuk mengeksploitasi masyarakat. Modus yang digunakan adalah menggunakan puluhan identitas palsu untuk membeli tiket dari penyedia resmi seperti Ticketmaster, Eventim, dan SEE Tickets, lalu menjualnya kembali dengan harga yang jauh lebih mahal di situs sekunder seperti Viagogo dan Stubhub.

Setelah hukuman dijatuhkan, penyelidik keuangan kami turun tangan dan melakukan analisis terperinci atas uang yang diperoleh Woods dan Chenery-Woods, ujar Hodgeon, dikutip BBS, Senin (19/1/2026).

Sementara, Mike Andrews selaku koordinator Tim Kejahatan Siber Standar Perdagangan Nasional, menyambut baik putusan ini sebagai kabar baik bagi para penggemar musik di seluruh dunia.

Ia menyatakan, keputusan tersebut menunjukkan bahwa kejahatan tidak mendatangkan keuntungan, karena para penjahat harus mengembalikan keuntungan besar yang mereka hasilkan secara ilegal sementara mereka terus menghadapi masa hukuman di balik jeruji besi.

Kabar baik bagi para penggemar dan menunjukkan bahwa kejahatan tidak akan menguntungkan, karena para pelaku kejahatan harus mengembalikan keuntungan besar yang mereka hasilkan secara ilegal, sementara mereka terus menghadapi hukuman penjara, sambung Andrews.

Dalam persidangan sebelumnya, manajer Ed Sheeran, Stuart Camp, memberikan kesaksian mengenai betapa sulitnya upaya tim manajemen untuk mencegah praktik calo yang merugikan penggemar setia selama tur stadion di Inggris pada tahun 2018.


Src. from www.detik.com
Artikel yang mungkin kamu suka..
Tips Healing Bersama Bayi
by lisapdamayan
Ed Sheeran Merchs
Yang mungkin kamu suka
Live Broadcasting Radio Online
Program Acara Saat Ini
Rekomendasi
Mungkin kamu suka
Rekomendasi Indie
Yang mungkin kamu [juga] suka
Berita lainnya
Virgoun
Lirik Lagu
10 hari yang lalu ~ 24 Januari 2026
For Revenge
For Revenge Rilis Perayaan Patah Hati Babak 2, Luka Mulai Diterima
11 hari yang lalu ~ 23 Januari 2026

© 2019 radioguntur.com