10 Desa Adat di Pulau Dewata Yang Wajib Dikunjungi
Salam, komentar, request..
10 Desa Adat di Pulau Dewata Yang Wajib Dikunjungi
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.
Bali punya alam yang indah serta budaya yang nggak bisa ditemukan di tempat lain, hal ini membuat Bali seperti magnet bagi para wisatawan. Nggak heran kalau Bali mendapat penghargaan internasional pada Trivadvisor Traveller’s Choice Award 2021 sebagai Destinasi Wisata Terpopuler di Dunia, bahkan mengalahkan London, Dubai, Roma, Paris, Hanoi dan Bangkok. Seperti yang disampaikan oleh Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Bali, penghargaan ini tidak lepas dari peran desa adat di Bali yang terus berkembang sehingga semakin banyak diminati oleh wisatawan.
Jika sudah terbiasa mengunjungi pantai dan pura di Bali, kebayang nggak, kalau kamu liburan ke Bali dan berkunjung ke beberapa desa adat di sana? Selain menjadi pengalaman yang mengesankan, berkunjung ke desa ada di Bali akan membuatmu menemukan banyak keunikan di tiap desanya. Wahh jadi penasaran kann? Yukk simak beberapa desa adat yang memiliki beragam keunikan sehingga wajib untuk dikunjungi!
1. Desa Ubud
Sebagai desa adat yang memiliki pariwisata kuat di Bali, Ubud sudah cukup terkenal bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Ubud adalah tempat lahirnya berbagai kesenian khas bali yang melegenda seperti tari, seni ukir, seni lukis dan berbagai seni kriya yang banyak diburu wisatawan.
Selain itu, Ubud juga punya daya tarik wisata berupa panorama alam yang membuat wisatawan betah berlama-lama di Ubud. Salah satu tradisi unik di Ubud adalah Perang Api Nagi yang bertujuan untuk mengusir roh-roh jahat yang bisa mengganggu masyarakat Ubut. Selain sebagai tradisi, Perang Api Nagi juga menjadi daya tarik wisata yang unik.
2. Desa Batubulan
Desa adat Bali yang satu ini terletak di kecamatan Sukawati. Jika berkunjung ke Batubulan, jangan lewatkan berbagai pertunjukan tarian adat khas bali di sini. Banyak pertunjukan yang ditawarkan seperti Barong, Legong, Kecak dan tarian adaat lainnya yang disesuaikan dengan peringatan atau tradisi tertentu.
Salah satu adat di Batubulan adalah masyarakatnya yang mayoritas seorang seniman ukir yang turun temurun dari nenek moyang di Batubulan. Jadi kamu akan menjumpai begitu banyak geleri patung di sini, selain berbagai pertunjukan tarian adat.
3. Desa Celuk
Desa Celuk di Gianyar Bali terkenal sebagai pengrajin emas dan perak, hasil kerajinan rumahan (home made industry) yang memiliki mutu dan cita rasa seni bernilai tinggi. Maka tidak mengherankan banyak wisatawan bertandang ke desa Celuk hanya untuk melihat-lihat berbagai macam bentuk perak dan emas tersebut, baik mulai dari tahap pengerjaan sampai akhirnya terbentuk sebuah hasil karya cipta yang indah. Ketika kamu liburan dan mengagendakan tour ke desa ini, selain bisa mengetahui proses kerajinan tersebut, kamu juga bisa membeli berbagai macam pernak-pernik berbahan perak tersebut
4. Desa Trunyan
Desa Trunyan atau Terunyan memang menjadi salah satu desa adat di Bali yang cukup mendunia. Desa yang berada di tepi Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli ini bisa kamu kunjungi dengan mengendarai perahu menyeberangi Danau Batur. Desa ini sangat terkenal dengan keunikan prosesi pemakamannya, sehingga menarik perhatian wisatawan lokal dan macanegara.
Tradisi ini terbilang cukup unik karena masyarakat Desa Trunyan tidak menguburkan jenazah melainkan hanya membaringkan jenazah diatas tanah yang ada dibawah pohon Taru Menyan. Untuk itulah desa ini bernama Desa Trunyan. Meskipun jenazah di desa ini tidak dimakamkan, namun Anda tidak akan mencium aroma busuk saat berkunjung kesini. Masyarakat setempat meyakini jika pohon Taru Menyan tersebut memiliki aroma tersendiri sehingga mampu menetralkan aroma busuk di sekitarnya. Pemakaman ini sering juga disebut sebagai Sema Wayah yang mana disekitanya hanya terdapat 11 makam, jadi jenazah harus diletakkan secara bergantian. Masyarakat Desa Trunyan tidak menambah jumlah makam karena leluhur mereka memberikan aturan jika ada jenazah baru, makan jenazah yang sudah lama atau yang telah menjadi tulang belulang harus dikeluarkan.
5. Desa Penglipuran
Desa Penglipuran berada di Kubu, Kabupaten Bangli yang berjarak sekitar 45 kilometer dari pusat kota Denpasar. Nama Desa Penglipuran berasal dari kata Lengeling dan Pura yang berarti mengingat tempat suci (pura leluhur). Penduduk desa ini adalah masyarakat Bali Mula yang awalnya berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani kemudian bermigrasi ke Desa Kubu Bayung yang saat ini menjadi Desa Penglipuran. Desa ini memiliki suasana desa yang sangat tenang dan asri karena berlokasi di dataran tinggi. Tak hanya itu, desa ini tentunya memiliki sejumlah keunikan yang tidak bisa ditemukan di desa lain, seperti rumah-rumah penduduknya yang tampak seragam pada bagian depannya.
Keunikan lain pada desa adat di Bali ini adalah adanya larangan untuk kendaraan bermotor untuk masuk kawasan desa ini. Jadi, buat kamu yang ingin berkunjung kesini harus berjalan kaki karena kendaraan harus diparkir di luar desa. Karena peraturan inilah yang membuat desa ini sangat hijau dan udaranya sejuk bebas polusi.
6. Desa Nyuh Kuning
Desa Nyuh Kuning berada di Jalan Raya Nyuh Kuning, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Wisatawan tertarik berkunjung ke desa ini karena adanya budaya dan adat penduduk yang masih tradisional dan tak tersentuh oleh modernisasi. Desa Nyuh Kuning ini dibangun menggunakan konsep Tri Hita Karana, yaitu menjaga keselarasan dan keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam, menusia dengan sesame manusia dan juga anatara manusia dengan Tuhan.
Kegiatan yang sering dilakukan wisatawan di desa ini adalah bersepeda atau berjalan kaki berkeliling desa. Tak hanya itu, jika kamu berencana untuk menginap, maka di malam hari kamu akan disuguhi pertunjukan tari tradisional yang sangat menarik. Setelah puas menonton kegiatan tari tradisional, kamu juga bisa mencicipi sajian khas desa ini yang dimasak dengan cara tradisional.
7. Desa Tenganan
Desa Tenganan atau Tenganan Pegringsingan adalah sebuah desa di Karangasem Bali yang sebelum tahun 1970an dikenal oleh para antropolog sebagai salah satu masyarakat paling terpencil di nusantara. Kini desa ini menjadi salah satu dari sedikit desa di Bali yang masih memiliki budaya Bali Aga yang terpelihara dengan baik. Selain itu, desa ini masih memegang teguh tradisi asli, upacara dan aturan Bali kuno, tata ruang dan arsitektur desa yang unik, serta musik Gamelan selunding dan tekstil ikat ganda. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah ketika mereka mengadakan tradisi Mekare-Kare setiap bulan Juni dan Perang Pandan (perang daun Pandan) pada bulan Juli.
8. Desa Mas
Desa wisata lain di Bali, Desa Mas terkenal dengan ukiran kayu berkualitas tinggi yang menjadikan kesenian Bali terkenal di seluruh dunia. Berkunjung ke desa ini, Anda akan melihat ukiran yang dibuat, dan juga membelinya sendiri. Terletak sekitar enam km sebelah selatan Ubud, salah satu galeri terpopuler adalah Nyana & Tilem Gallery. Desa ini wajib dikunjungi bagi pecinta seni.
9. Desa Batuan
Beberapa desa tradisional yang dapat Anda kunjungi selama menginap di Ubud antara lain Desa Batuan yang terkenal dengan lukisan tradisionalnya, meskipun juga merupakan pusat seni ukir dan tarian kayu. Di sinilah Anda dapat menemukan seni rupa Bali dalam bentuk aslinya, tanpa pengaruh gaya seni barat atau lainnya.
10. Desa Pinggan
Terletak di kecamatan Kintamani, dan cukup jauh dari pusat kota Denpasar, namun Pinggan punya keunikan alam tersendiri jika dibandingkan dengan daerah lain di Bali. Desa Pinggan berada di dekat pegunungan sehingga sangat sejuk, bahkan pada siang hari suhunya sekitar 21 drajat celsius. Salah satu daya tarik wisata di Pinggan adalah danau Batur, yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Taman Bumi atau Global Geopark Network. Salah satu tradisi adat yang unik di Pinggan adalah masyarakatnya memegang teguh keselarasan kehidupan dengan alam, hal ini membuat suasana di Pinggan cukup tentram dan alam yang masih sangat asri.
Desa Pinggan Kintamani menjadi lokasi liburan yang tidak kalah menariknya di Pulau Bali. Apalagi kalau Anda adalah orang yang suka berburu pemandangan sunrise. Tempat ini menyajikan pemandangan matahari terbit di ufuk timur dari lokasinya yang berupa dataran tinggi.
Itu dia beberapa desa adat di Bali yang wajib dikunjungi karena dapat menambah wawasan kita dalam mengenal dan memahami adat serta budaya yang dimiliki oleh masyarakat di Bali. Nah, kapan nih kamu berkunjung ke desa-desa di atas? Kira-kira desa mana yang membuat kamu semakin penasaran?
Sumber : travel.kompas.com, hipwee.com, gotravelly.com.
Src. from hipwee.com
Mungkin kamu suka
Yang mungkin kamu [juga] suka
Warungkustik
shorts
Berita Musik terbaru
© 2019 radioguntur.com

