Cara Elegan Merespon Pertanyaan “Kapan Nikah?â€
Salam, komentar, request..
Cara Elegan Merespon Pertanyaan “Kapan Nikah?â€
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.
Setiap manusia berhak hidup bahagia dengan keadaannya yang masih sendiri ataupun sudah menikah, akan tetapi dua keadaan tersebut harus dapat dijalani dengan penuh kebahagiaan. Banyak yang menghujani dirimu dengan pertanyaan yang sama, “Kapan nikah?” ataun “Mana undangannya?” atau, “Kapan giliranmu? Teman-temanmu sudah menikah, loh.” Saat itu kamu akan mencari-cari alasan atau tertawa tidak jelas untuk menghindar sejauh-jauhnya dari pertanyaan itu menyembunyikan keadaanmu yang sebenarnya. Terkadang ada saatnya kamu beranggapan “Kapan nikah?” adalah pertanyaan paling menyeramkan dari yang pernah ada. Namun saat ini kamu tak perlu lagi bersembunyi. Simak yuk alasan dan cara menjawab pertanyaan “Kapan Nikah” dengan elegan!
Alasan Kamu Tidak Perlu Galau Kalau ditanya “Kapan Nikah?”
1. Karena Kamu Percaya Mereka Berusaha Menyayangimu
Ambillah sisi positifnya, bahwa mereka yang bertanya padamu adalah orang-orang yang berusaha mempedulikan keadaanmu saat ini. mereka menyayangimu. Berikan senyuman terbaik dan cairkanlah suasana mencekammu sembari menjawab dengan baik, “Tentu saja secepatnya, doain ya!”
2. Karena Semuanya Tentang Kesempatan yang Harus Lebih Dulu Diutamakan
Ada yang dihadapkan pada dua pilihan. Kuliah atau menikah? Sebenarnya tidak ada patokan yang mengharuskanmu memilih salah satunya. Semuanya kembali kepada keputusan yang akan mengarahkanmu pada jalan hidupmu sendiri. Namun jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri atas apapun keputusan yang kamu ambil, be positive! Setiap doa akan terkabul suatu hari dan setiap ujian akan berakhir dengan kelulusan.
3. Karena Berkumpul Bersama Keluarga Mampu Me-Recharge Energi Positifmu
Kadang kamu merasa lelah menjawab semua pertanyaan yang nyaris sama setiap akhir pekan. Kamu harus mengembalikan energi positifmu dengan lebih banyak bercengkerama dengan keluarga, menikmati teh bersama di sore hari atau makan malam keluarga. Setelah energimu terisi penuh, maka bersiaplah untuk bahagia esok hari meski belum ada pasangan hidup yang menemani.
4. Karena Kamu adalah Manusia yang Masih Hidup
Kehidupan memiliki poros rotasi yang telah ditentukan, roda kehidupan berputar dan akan mengubah segalanya. Setiap dimensi kehidupan akan berotasi mengikuti takdirnya sendiri. Begitu juga dirimu yang masih semangat menjalani hari meski berat untuk dilalui. Hidupmu akan berubah seiring dengan kehidupan yang masih bersamamu sampai saat ini.
5. Karena Melupakan Kebencian adalah Rasa Sayang Pada Dirimu Sendiri
Rasa benci terkadang muncul begitu saja. “Kapan nikah?” kata yang paling sering kamu dengar saat ini. Pertanyaan itu mengerikan dan membuatmu seperti sedang dihakimi semua orang. Akan tetapi kebencian yang kamu tanam tidak akan pernah berbuah batangan emas atau kesuksesan di masa depan. Justru akan menumbuhkan jurang penuh duri yang akan mematikan kesehatan fisik dan mentalmu. Segera maafkan dan lupakan kebencian yang pernah ada agar kamu segera berbahagia. Biarkan fisik dan jiwamu bahagia karena kamu layak mendapatkannya!
Cara Elegan Merespon Pertanyaan “Kapan Nikah?”
1. Jawablah dengan bijak
Ada banyak jawaban bijak yang bisa kamu lontarkan pada lawan bicara, seperti “Jodoh itu di tangan Tuhan dan masih jadi misteri. Jadi, tugas kita adalah bersabar”. Selain itu, kamu juga bisa menjawab “Kalau sudah berusaha tapi Tuhan berkehendak lain, kita sebagai manusia ini bisa apa?” atau “Rumah tangga itu, kan, untuk seumur hidup, jadi butuh waktu untuk memilih yang tepat karena nggak bisa sembarangan”. Biasanya, beberapa orang akan merasa sungkan setelah dibalas dengan jawaban serius. Bahkan, hal ini akan membuat si penanya menjadi enggan untuk menanyakan lebih lanjut. Patut dicoba deh!
2. Berikan Senyuman
Terkadang, nggak membalas pertanyaan “kapan nikah” dengan jawaban ketus justru lebih menenangkan, nih. Caranya, cukup berikan senyum terbaik saat pertanyaan tersebut dilontarkan pada diri kamu. ketika sudah terlalu lelah dengan pertanyaan basa-basi seputar pernikahan, jawaban terbaik yang bisa kamu berikan adalah berupa senyuman. Dengan senyuman, nggak akan ada pihak yang terluka akibat salah bicara atau perbuatan, bukan?
3. Ajukan Pertanyaan Balik
Kalau jawaban bijak saja nggak cukup, kamu bisa mengarahkan pembahasan dengan mengajukan pertanyaan balik kepada si penanya. Misalnya, jika si penanya baru saja menikah, maka kamu bisa menanyakan “Kamu sendiri, kapan mau punya momongan?” atau “Kapan mau nambah anak?”. Namun, kalau status orang yang bertanya sama dengan kamu, maka bisa bertanya “Kamu sendiri kapan?” atau “Nanti kalau aku undang, kamu mau kasih kado apa memangnya?”. Penting untuk diingat, sebisa mungkin alihkan pertanyaan yang tadinya ditujukan kepada kamu dengan cara ‘balikkan’ ke si penanya. Dijamin, topik seputar pernikahan akan berhenti sampai di situ saja.
4. Minta didoakan
Ya, cara ini merupakan yang paling aman sekaligus mudah, nih. Dengan meminta doa, kamu bisa mencegah topik seputar pernikahan menjadi semakin melebar. Nggak hanya itu saja, minta doa kepada orang lain bisa mendatangkan manfaat untuk diri sendiri. Semakin banyak yang bertanya, maka akan semakin banyak doa mengalir untuk kamu. Biasanya, kamu bisa membalas pertanyaan seputar pernikahan dengan “Doain aja semoga segera, ya”. Dengan jawaban ini, orang yang bertanya akan mengamini sekaligus mendoakan, bukan?
5. Jawab dengan Bercanda
Dengan cara ini, kamu juga nggak akan mudah tersinggung dengan pertanyaan basa-basi tersebut. Beberapa jawaban candaan yang bisa kamu lontarkan, seperti “Hilalnya masih belum kelihatan nih” atau “Nanti deh, kalau nggak Sabtu mungkin Minggu?”. Selain itu, ada jawaban lain yang lebih santai, yakni “Jodohnya masih disembunyikan Tuhan, nih” atau “Tunggu ada nikah massal aja biar gratis”. Candaan ini tentu akan membuat suasana menjadi lebih hangat dan pertanyaan seputar pernikahan akan sedikit terlupakan.
6. Berikan Prediksi Waktu
Biasanya, jawaban dengan memberikan prediksi waktu akan membuat si penanya beralih ke topik pembicaraan lain. Beberapa jawaban yang bisa kamu berikan, seperti “Ya, nanti pas jodoh sudah ketemu. Mungkin sebentar lagi” atau “Nanti kalau kerjaan sudah beres, pasti jodoh datang sendiri”. Perlu diketahui, nggak semua orang paham bahwa jodoh itu punya “zona waktu” yang berbeda-beda. Karena itu, kamu bisa menanggapi pertanyaan seputar jodoh atau pernikahan dengan menghadirkan prediksi waktu. Cukup cerdas, kan?
7. Tunjukkan Kebahagiaanmu
Cara ini bisa dipilih ketika yang bertanya terlalu julid atau menghakimi hidupmu. Tunjukkan bahwa hidup kamu saat ini baik-baik saja, bahkan merasa sangat puas terhadap segala pencapaian yang telah ada. Perlu diingat, hidup nggak melulu soal menunggu jodoh saja, bukan? Karena itu, penting untuk merasa bahagia dengan caramu sendiri. Entah itu dengan jalan-jalan, belanja, atau melakukan kegiatan menyenangkan lainnya seorang diri maupun bersama teman.
Hari ini kehidupan masih berjalan di atas jalanmu sendiri, jangan biarkan kamu menyerah karena pertanyaan yang menghampirimu di usia 20-an. “Kapan nikah?” hadapilah pertanyaan itu dengan lebih bijaksana dan biarkan jiwamu menjadi tenang lewat satu hadiah senyuman tanda bahagiamu! Jangan lupa Bahagia ya, Sogun!
Sumber : fimela.com, idntimes.com, rukita.co
Src. from fimela.com
Mungkin kamu suka
Yang mungkin kamu [juga] suka
Warungkustik
shorts
Berita Musik terbaru
© 2019 radioguntur.com

