Facts about The Great Blue Hole and Cleopatra
Salam, komentar, request..
Facts about The Great Blue Hole and Cleopatra
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.
1. Diadaptasi Jadi Serial Netflix Queen Cleopatra
Netflix membuat serial adaptasi berjudul Queen Cleopatra yang diperankan oleh aktris keturunan Afrika dengan kulit hitam bernama Adele James. Seorang ahli dokumenter bernama Sally Ann Ashton, menyatakan bahwa serial dokumenter ini bagian dari proyek eksplorasi kehidupan Cleopatra yang ternyata telah hidup sebelum orang Arab menetap di Mesir. Dilihat melalui garis keturunan, ibu Cleopatra merupakan orang asli Mesir dan Afrika yang multietnis.
Mini seri dokumenter dengan episode ini mengisahkan Cleopatra VII yakni Pharaoh terakhir dari Dinasti Ptolemaic yang lahir di Alexandria tahun 69 sebelum Masehi. Dinasti Ptolemaic merupakan dinasti Yunani-Makedonia di Mesir yang dipimpin oleh Jenderal Alexander Agung bernama Ptolemy. Kemudian, Cleopatra VII menggantikan ayahnya Ptolemy XII sebagai Pharaoh pada tahun 51 sebelum Masehi.
2. Alasan Cleopatra Meninggal
Cleopatra meninggal karena bunuh diri dengan cara membiarkan dirinya dipatuk seekor ular beludak. Namun, menurut sejarawan Yunani dan Romawi penyebab kematiannya karena racun yang diminum sendiri, ataupun menggunakan metode bunuh diri dengan tusuk konde dan jarum yang dibalurkan dengan racun.
3. Kisah Asmaranya dengan Julius Caesar
Julius Caesar dan Cleopatra merupakan pasangan kekasih dengan kisah yang rumit, sebab Julius Caesar tidak mengakui anak dari kandungan Cleopatra yang bernama Caesarion. Hubungan keduanya diawali saat Julius Caesar mendatangi Alexandria yakni ibu kota Mesir pada masa kuno untuk menangani perselisihan dengan Ptolemy XIII dan Cleopatra.
Kemudian, Julius Caesar terpikat dengan Cleopatra dan berhasil menangani perselisihan tersebut, hingga Ptolemy XIII terbunuh dan Cleopatra diangkat menjadi pemimpin ganda Mesir bersama dengan Ptolemy XIV yakni saudara laki-lakinya. Julius Caesar sang penguasa Romawi begitu tergila-gila dengan Cleopatra hingga mendirikan patung Cleopatra di tanah kelahirannya.
4. Bukan Orang Asli Mesir
Cleopatra lahir dan menjadi pemimpin mesir, namun nyatanya ia bukanlah keturunan asli Mesir melainkan berasal dari Makedonia Yunani dan keturunan Ptolemeus I Soter, yakni salah satu jenderal Alexander Agung.
Ptolemeus memimpin Mesir setelah kematian Alexander Agung pada 323 sebelum masehi dan mendirikan dinasti berbahasa Yunani selama 3 abad. Kemudian Cleopatra naik tahta dan menjadi pemimpin Mesir, sekaligus menjadi anggota pertama dari keturunan Ptolemeus yang belajar bahasa Mesir.
5. Mulai dikenal tahun 1971
Keberadaan Great Blue Hole dan keindahannya telah lama diketahui oleh para nelayan Belize. Lubang biru ini mulai dikenal dunia tahun 1971, ketika ahli biologi kelautan asal Perancis, Jacques-Yves Cousteau, mengunjungi tempat tersebut. Mantan perwira angkatan laut tersebut bersama timnya, menjelajahi kedalaman Great Blue Hole dengan menggunakan Calypso. Dilansir BBC, Calypso adalah kapal penyapu ranjau milik Inggris, yang dimodifikasi menjadi laboratorium oseanografi bergerak oleh Cousteau.
Dengan kapal tersebut, Cousteau meneliti kedalaman lubang laut Belize. Dia merekam penjelajahannya untuk serial TV The Undersea World of Jacques Cousteau. Dalam acara tersebut ia menyatakan lubang laut Belize sebagai salah satu dari 10 situs scuba diving terbaik di dunia.
Istilah blue hole, diciptakan oleh penyelam dan penulis buku asal Inggris, Ned Middleton. Ia telah melihat Great Blue Hole dengan mata kepalanya sendiri dan merasa sangat takjub. Ia menuliskan istilah blue hole dalam bukunya 10 Years Underwater yang dirilis tahun 1988.
6. Dulunya berada di daratan
Great Blue Hole yang sekarang, dilansir Marine Insight, diperkirakan terbentuk pada masa glasial akhir. Masa glasial akhir berlangsung sekitar 120.000 tahun silam hingga sekitar 15.00 tahun silam. Awalnya lubang tersebut merupakan gua batu kapur yang terbentuk sekitar 153.00 tahun lalu di daratan. Pada masa itu, permukaan air berada sekitar 400 -- 500 kaki lebih rendah.
Ditemukannya stalaktit raksasa, lembaran dripstone, dan kolom-kolom dalam gua Great Blue Hole membuat para ilmuwan semakin yakin bahwa struktur tersebut terbentuk di dalam gua yang kering, di daratan, selama periode glasial. Gua tersebut kemudian mulai tergenang saat permukaan air laut naik. Naiknya permukaan laut membuat gua tenggelam hingga atap gua runtuh, yang akhirnya membentuknya lubang melingkar. Meskipun atapnya runtuh, bagian dalam gua tetap utuh walau terendam di kedalaman air.
7. Destinasi selam yang menantang
Banyak penyelam yang bermimpi untuk memiliki kesempatan menyelam di Great Blue Hole. Keindahan struktur bawah laut unik yang ditawarkan lubang tersebut menggugah semangat penyelam dari seluruh dunia. Walau dari atas terlihat terbuka dan lapang, Great Blue Hole memilkiki sistem gua yang luas dan kompleks. Diperlukan keterampilan menyelam yang sangat baik agar mampu bernavigasi di dalamnya. Oleh karena itu, hanya penyelam profesional dengan pengalaman menyelam paling sedikit 24 kali yang diizinkan masuk ke lubang laut Belize.
Ketika menyelam, mengutip Scuba Diving, 40 kaki dari permukaan penyelam akan menemukan susunan batu kapur yang berpasir. Hiu-hiu karang sering ditemukan pada bagian ini.
Dilansir Cahal Pech, ketika memasuki kedalaman 110 kaki, terdapat pintu masuk berdinding curam, di mana formasi stalaktit pertama dapat dilihat. Dari sana, penyelam dapat menjelajahi overhang atau berkeliling di sekitar stalagmit raksasa dengan visibilitas yang baik hingga kedalaman sekitar 200 kaki.
Lebih jauh lagi, tingkat cahaya akan berkurang dan membuat suasana sedikit suram. Penyelam dapat turun ke kedalaman 270 kaki atau sekitar 82 meter untuk menjelajahi bukit pasir bawah laut dan tepian batuan dasar.
8. Temuan di dasar lubang biru
Pada musim dingin tahun 2018, kelompok dari kapal selam Aquatica berkelana ke dasar Great Blue Hole. Mereka berniat memetakan bagian dalam lubang tersebut demi kepentingan penelitian. Awalnya mereka melihat hal yang umum ditemukankan penyelam seperti hiu karang, kura-kura, dan terumbu karang raksasa. Ketika memasuki kedalaman 90 meter, mulai terlihat banyak perubahan pada kondisi lubang biru.
Di kedalaman 90 meter, mengutip Earthly Mission, dikatakan kehidupan seakan-akan menghilang. Terdapat lapisan tebal hidrogen sulfida beracun yang mengambang seperti selimut di kedalaman Great Blue Hole. Lapisan ini membuat bagian di bawahnya tidak memilki oksigen, sehingga tidak ada kehidupan. Mereka menemukan banyak sekali kulit kerang dan kelomang yang mati sesak karena kehabisan oksigen.
Saat mencapai kedalaman 120 meter, mereka menemukan hal yang tak mereka duga, yakni stalaktit kecil, yang memberikan petunjuk masa lalu gua tersebut. Hal lain yang ditemukan ketika menelusur lebih dalam adalah sampah botol plastik kapasitas dua liter, peralatan penelitian tua, tanda-tanda penyelam mencoba melarikan diri, dan GoPro yang berisi foto-foto liburan.
Src. from idntimes, https://www.tempo.co/
Mungkin kamu suka
Yang mungkin kamu [juga] suka
Warungkustik
shorts
Berita Musik terbaru
© 2019 radioguntur.com

