Fakta Menarik ubur ubur abadi ( Turritopsis dohrnii )
Salam, komentar, request..
Fakta Menarik ubur ubur abadi ( Turritopsis dohrnii )
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.
1. Ubur-ubur Bisa Lebih Tua dari Dinosaurus
Melansir dari Treehugger, ubur-ubur tidak memiliki tulang sehingga fosil sulit didapat. Namun demikian, para ilmuwan memiliki bukti bahwa makhluk-makhluk ini telah terombang-ambing di lautan dunia setidaknya selama 500 juta tahun. Faktanya, kemungkinan garis keturunan ubur-ubur kembali lebih jauh, mungkin 700 juta tahun.
2. Kemampuan Memulai Ulang Siklus Hidup pada Turritopsis dohrnii
Kehidupan ubur-ubur Turritopsis dohrnii dimulai dari telur yang dibuahi, menghasilkan larva kecil yang disebut "planula". Planula ini kemudian mengarungi lautan mencari permukaan keras untuk menempel, biasanya pada batu. Setelah menempel, planula akan berkembang menjadi polip, mirip dengan anemon laut kecil yang melekat pada dasar laut.
Menariknya, polip ini memiliki kemampuan luar biasa untuk berkembang biak dengan membentuk koloni melalui proses kloning, menghasilkan banyak individu baru dari satu larva. Setelah itu, polip akan berkembang menjadi medusa, tahap dewasa ubur-ubur yang kita kenal dengan bentuknya yang seperti payung dan tentakel yang menyengat.
Setelah mencapai tahap dewasa, ketika ubur-ubur T. dohrnii ini menghadapi stres lingkungan, serangan fisik, atau kelaparan, ubur-ubur ini tidak akan memilih mati. Sebaliknya, mereka akan menyusut, menyerap tentakelnya, dan kehilangan kemampuannya untuk berenang. Setelah itu, mereka akan berubah menjadi blob yang menempel pada dasar laut.
3. Memiliki Kemampuan Hidup dalam Kondisi Apapun
Turritopsis dohrnii, yang awalnya ditemukan di Laut Mediterania, kini telah menyebar ke seluruh dunia, menunjukkan kemampuannya untuk bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan. Penyebaran global ini, kemungkinan besar disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pemindahan air balas oleh kapal, yang memungkinkan polip ubur-ubur untuk berpindah tempat dengan sangat efektif.
4. Meskipun Memiliki Kemampuan Memulai Ulang Siklus Hidup, Turritopsis dohrnii tidak Sepenuhnya Kebal Terhadap Kematian
Meskipun Turritopis dohrnii memiliki kemampuan luar biasa untuk memperbarui dirinya seolah-olah dapat hidup selamanya, namun makhluk ini tidak sepenuhnya kebal terhadap kematian. Ubur-ubur ini tetap rentan terhadap serangan predator, misalnya ikan dan penyu.
Pada tahap polip, tahap larva yang berkembang dari medusa, ubur-uburT. dohrnii juga memiliki perlindungan yang sangat terbatas terhadap predator, sehingga sangat mudah menjadi mangsa bagi predator seperti siput laut dan krustasea. Tanpa mekanisme pertahanan yang kuat, polip dapat dengan mudah dimangsa oleh hewan lain yang mencari makanan di dasar laut.
5. Mengalami proses transdiferensiasi
Sama seperti ubur-ubur jenis lain, ubur-ubur ini juga tidak memiliki otak dan jantung. Yang membuat ubur-ubur ini menjadi spesies yang menarik adalah kemampuannya untuk melakukan transdiferensiasi. Proses inilah yang dapat membuat ubur-ubur tidak bisa mati, kecuali dengan beberapa kondisi tertentu.
Proses transdiferensiasi dapat mengubah sel-sel pada tubuh ubur-ubur menjadi sel lain yang sepenuhnya berbeda. Misalnya, sel otot dapat berubah menjadi sel telur atau sel sperma. Sel saraf juga dapat berubah menjadi sel otot. Hal ini berarti bahwa ubur-ubur jenis ini memiliki kemampuan transformasi.
6. Habitat dan makanan
Ubur-ubur ini lebih suka berada di perairan yang hangat, walau beberapa kali mereka juga menampakkan diri di tempat dengan air yang dingin. Keberadaannya memang sudah menyebar di hampir seluruh lautan dunia. Mereka awalnya berasal dari laut Karibia dan Mediterania.
Makanan untuk ubur-ubur jenis ini biasanya adalah plankton, moluska kecil atau telur ikan. Mereka dapat menyengat, tapi sengatannya tidak beracun seperti ubur-ubur kotak
Financial Freedom Goals – Bebas Finansial di Usia Muda: Mungkinkah?

Src. from tempo.co, idntimes.com
Mungkin kamu suka
Yang mungkin kamu [juga] suka
Warungkustik
shorts
Berita Musik terbaru
© 2019 radioguntur.com
