Ini Dia! Kebiasaan buruk yang dapat merusak otak
Salam, komentar, request..
Ini Dia! Kebiasaan buruk yang dapat merusak otak
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.
Otak memegang peranan penting sebagai anggota tubuh kita. Otak yang merupakan pusat sistem saraf kita, sebenarnya sensitif akan kebiasaan yang kita lakukan. Namun, sering kali kita melakukan kebiasaan buruk yang dapat merusak fungsi otak. Kebiasaan merusak ini harus kita hindari agar fungsi otak kita tidak terganggu. Apabila kebiasaan merusak otak dilakukan terus menerus, kamu akan kesulitan untuk mencerna sesuatu dan mengingat sesuatu.
1. Begadang
Sumber : www.insertlive.com
Kebiasaan merusak otak yang pertama adalah begadang. Begadang merupakan kebiasaan buruk yang harus dihindari. Jangan sepelekan aktivitas tidur, lo. Kalau kamu kurang tidur, kamu beresiko terkena penyakit demensia yang termasuk didalamnya penyakit alzheimer.
Jika kamu punya keluhan sulit tidur, kamu harus menghindari konsumsi alkohol, kafein, dan menghindar dari penggunaan elektronik di malam hari sebelum tidur. Bermain gawai sebelum tidur dapat membuat kamu terjaga sepanjang malam.
2. Kurang interaksi sosial
Sumber : www.insertlive.com
Manusia adalah makhluk sosial, oleh sebab itu kita memerlukan interaksi sosial dalam sehari-hari. Meski kamu punya banyak teman di media sosial, kamu juga harus membangun koneksi dengan orang sekitar di dunia nyata. Tidak perlu banyak, ketika kamu punya satu atau dua teman tempat berbagi keluh kesahmu, kamu bisa jadi lebih bahagia sehingga menjadi lebih produktif.
Terlalu sering menyendiri merupakan kebiasaan merusak otak karena kamu akan dibebankan oleh masalah yang tersimpan di otak kamu. Jika kamu menyendiri, kamu akan berisiko mengalami mudah lupa hingga didiagnosis alzheimer karena otak kamu penuh dengan berbagai masalah yang kamu pendam. Ketika kamu merasa kesepian, coba hubungi teman untuk memulai sesuatu yang baru seperti tarian salsa, bermain tenis, atau sebagainya.
3. Terlalu sering makan junk food
Sumber : www.insertlive.com
Jika kamu terlalu sering mengonsumsi junk food seperti burger, kentang goreng, keripik kentang, dan minum minuman bersoda, fungsi otak kamu untuk belajar dan menyimpan memori menjadi lemah. Terlalu sering mengonsumsi junk food merupakan kebiasaan merusak otak yang harus kamu hindari.
Selain merusak otak, terlalu sering mengonsumsi junk food juga dapat memperburuk kondisi kesehatan mental kita. Buah-buahan berry, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau, dapat menjaga fungsi otak dan memperlambat penurunan kondisi mental. Jadi, lain kali daripada kamu makan sekantong keripik, lebih baik ambil segenggam kacang sebagai gantinya.
4. Menggunakan headphone dengan volume terlalu keras
Sumber : www.insertlive.com
Mendengarkan musik sebenarnya juga dapat membantu fungsi otak. Namun, jika kamu mendengarkan musik menggunakan headphone dengan volume suara yang sangat kencang, hal itu malah menjadi kebiasaan yang dapat merusak otak. Kebiasaan merusak otak ini harus kamu hindari karena dapat merusak sistem pendengaran kita hanya dengan 30 menit setelah melakukan kebiasaan buruk ini.
Bukan hanya dapat merusak sistem pendengaran, apabila kebiasaan buruk ini dilakukan secara terus-menerus, jaringan otak kamu juga bisa rusak hingga menyebabkan timbulnya penyakit alzheimer. 60% merupakan tingkat volume yang paling maksimal saat kamu ingin mendengarkan musik. Lalu sebaiknya kamu hindari mendengarkan musik lebih dari 2 jam.
5. Malas bergerak
Sumber : www.insertlive.com
Semakin lama kamu rebahan, semakin tinggi resiko kamu mengalami demensia. Selain itu, kamu juga berisiko terkena penyakit diabetes, liver, dan tekanan darah tinggi. Beberapa penyakit tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya alzheimer dalam diri kamu.
Malas bergerak dan hanya rebahan sepanjang hari merupakan kebiasaan merusak otak. Kamu tidak perlu lari setiap hari agar terhindar dari penyakit tersebut. Cukup lakukan jalan-jalan ringan setidaknya 3 kali seminggu.
6. Merokok
Sumber : www.insertlive.com
Selain merusak tubuh, merokok merupakan kebiasaan merusak otak. Terlalu sering merokok dapat menyebabkan penyimpanan memori pada otak kita terganggu. Ada beberapa iklan tentang bahaya merokok, untuk alasan yang baik. Merokok berbahaya bagi paru-paru, jantung, dan otak. Penelitian membuktikan bahwa merokok menyebabkan penipisan korteks otak.
Korteks adalah bagian luar otak di mana fungsi-fungsi kognitif seperti memori dan bahasa berlangsung. Oleh karena itu, penipisan korteks menyebabkan penurunan kognitif. Merokok berlebihan juga dikatakan menyebabkan peradangan saraf, yang menyebabkan beberapa gangguan auto-imun.
7. Terlalu banyak makan
Sumber : www.insertlive.com
Ketika kamu terlalu banyak makan meski makan-makanan sehat, jika dilakukan secara berlebihan dapat menjadi kebiasaan merusak otak. Hal ini terjadi karena ketika kamu terlalu banyak makan, otak akan tidak mampu untuk membangun jaringan pengingat.
Selain dapat meningkatkan berat badan yang mampu menyebabkan beberapa penyakit datang seperti liver, diabetes, dan tekanan darah tinggi, kebiasaan buruk ini juga berisiko menyebabkan penyakit alzheimer.
8. Suka di ruangan gelap
Sumber : www.insertlive.com
Mungkin hal ini terdengar sepele, tapi jika kamu terlalu sering berada di ruangan gelap yang tidak terkena sinar matahari, kamu bisa mengalami depresi. Jika kamu mengalami depresi, lambat laun otak kamu jadi lebih melemah. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa sinar matahari mampu menjaga fungsi otak kamu agar berjalan dengan baik.
9. Berpikiran negatif
Sumber : www.insertlive.com
Negative thinking atau memikirkan sesuatu berdasarkan aspek negatif juga merupakan kebiasaan merusak otak. Ketika kamu berpikiran negatif, kamu merasa stres dan anxiety juga berisiko terkena penyakit demensia. Suatu penelitian menunjukkan bahwa ketika kita terlalu sering memiliki pikiran negatif, otak kita akan memiliki banyak memori amiloid yang merupakan indikator utama munculnya penyakit alzheimer.
Kebiasaan merusak otak ini dapat kita hilangkan dengan mengubah pola pikir kita. Kita harus memandang segala sesuatu hal dengan mementingkan segi positif terlebih dahulu daripada sisi negatifnya.
10. Mengonsumsi gula berlebihan
Sumber : www.insertlive.com
Dikatakan dalam Newsweek, Tingginya konsumsi gula dapat berakibat pada naiknhya kadar glukosa dalam aliran darah. Tingginya kadar gila ini juga akan mengurangi senyawa dalam otak yang dinamakan dengan brain-derived neurotrohic factor (BDNF) yang fungsinya adalah membentuk ingatan baru saat kita belajar hal baru.
Jadi, ketika pola makan kita tinggi gula, kemampuan otak untuk belajar dan membentuk memori juga turut terhambat.
11. Multitasking
Sumber : www.insertlive.com
Penelitian dari University of London menemukan bahwa multitasking dapat menurunkan skor IQ untuk sementara hingga 15 persen. Sementara itu, penelitian lain di Inggris menemukan, multitasking yang tinggi berisiko merusak otak secara permanen, Bunda.
Dilansir Bestlife, para peneliti juga menemukan bahwa orang yang multitasker memiliki kepadatan otak yang lebih sedikit di korteks cingulate anterior, yakni wilayah yang bertanggung jawab untuk empati, serta kontrol kognitif dan emosional.
12. Kurangnya intensitas sinar matahari
Sumber : www.insertlive.com
Terlalu berada di ruangan redup ternyata dapat membahayakan kinerja otak dan dapat membuat dampak buruk bagi kesehatan. Dilansir dari Journal Enviromental Health mengungkapkan bahwa orang yang depresi dan kurang terkena sinar matahari beresiko mengalami pelemahan otak dua kali lebih besar dari mereka yang mendapat sinar berlimpah.
Oleh karena itu, peneliti meminta agar kita berjemur di luar ruangan selama beberapa menit khususnya di pagi hari, hal itu bertujuan agar fungsi otak kembali meningkat dan menjaga agar lebih konsentrasi.
Src. from www.insertlive.com
Mungkin kamu suka
Yang mungkin kamu [juga] suka
Warungkustik
shorts
Berita Musik terbaru
© 2019 radioguntur.com

