Topik Obrolan Keuangan Bareng Pasangan
Salam, komentar, request..
Topik Obrolan Keuangan Bareng Pasangan
Article on radioguntur.com a Radio Online Bali and one fine Radio Online Indonesia.
Apakah kamu dan pasangan ingin membangun finansial keluarga yang sehat dan harmonis? Salah satu langkah penting dalam mencapai tujuan ini adalah dengan membahas topik keuangan secara terbuka dan teratur. Apalagi kalau kamu dan si dia sudah punya rencana serius untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu pernikahan. Kamu sudah harus mulai membiasakan diri untuk melakukan deep talk soal finansial dengan pacar karena hal ini nantinya akan mempermudah kalian saat menjalani kehidupan berumah tangga. Yuk simak topik obrolan keuangan bareng pasangan kamu!
Spending Habit
Kebiasaan kamu dan pacar soal membelanjakan uang bisa dijadikan topik pembuka dalam obrolan yang mendalam tentang keuangan. Misalnya dengan bagaimana kamu dan pasangan mengatur pengeluaran ketika berbelanja setiap harinya, atau mungkin kamu dan pasangan bisa menentukan berapa banyak barang yang ingin dibeli setiap bulan nya.
Sumber Keuangan
Topik yang satu ini tidak kalah penting dari yang pertama, pembicaraan soal uang dengan pasangan haruslah mengetahui satu sama lain mengenai latar belakang pekerjaan pasangan. Misalkan sumber keuangan yang pasangan kamu dapat hanya dari tempat bekerja saja atau mungkin dia memiliki bisnis lainnya? Pada dasarnya tidak ada salahnya untuk mengulik atau mencari tahu dari mana asal pendapatan dari pasangan kita, tetapi tetap perlu adanya batasan bagi setiap pihak.
Financial Literacy
Literasi keuangan tidak kalah penting untuk dibicarakan bersama pacar. Kemampuan serta bagaimana kamu melihat uang sebagai batu pijakan apakah akan tetap bertahan melanjutkan hubungan atau tidak sama sekali. Memang ketika didengar sekilas hal ini sangatlah sensitif untuk dibicarakan dengan pasangan. Untuk itu perlulah adanya kesadaran diri bagi dua insan untuk menentukan apakah hubungan ini berhak untuk dipertahankan atau tidak. Literasi keuangan yang dimaksud adalah bagaimana tujuan keuangan jangka panjang masing-masing. Seperti keinginan untuk punya rumah, investasi atau soal siapa yang akan mengelola keuangan setelah menikah. Kamu pun bisa mulai membahas tentang siapa yang bakal in charge mengelola keuangan setelah menikah nanti.
Financial Goals (Tujuan Keuangan)
Dilansir dari channel Youtube Samuel dan Claudya, membicarakan tujuan keuangan adalah langkah pertama yang penting untuk dilakukan. Tujuan keuangan ini melibatkan penetapan target jangka pendek maupun jangka panjang yang ingin dicapai bersama dengan pasangan. Misalnya, target keuangan jangka pendeknya adalah menabung untuk membayar cicilan rumah, membayar utang, mempersiapkan liburan impian, atau mendanai pendidikan pasangan atau anak-anak. Dengan berbicara tentang tujuan ini, pasangan dapat mengalokasikan sumber daya dan merencanakan strategi keuangan yang tepat untuk mencapainya. Kemudian, target keuangan jangka panjang biasanya melibatkan pencapaian yang memerlukan waktu yang lebih lama, seperti mempersiapkan dana pensiun, membeli rumah untuk anak, atau mencapai kebebasan finansial untuk masa tua nanti. Dengan mendiskusikan tujuan keuangan bersama pasangan, keuangan keluarga dapat dikelola dengan baik.
Risk Appetite (Ketahanan Risiko)
Risk appetite (ketahanan risiko) merupakan faktor penting dalam pembahasan keuangan pernikahan. Hal ini berkaitan dengan sejauh mana pasangan siap mengambil risiko ketika berinvestasi. Dalam pembahasan ini, pasangan perlu membicarakan jenis instrumen investasi yang dipilih untuk mengatur keuangan jangka panjang yang lebih baik. Dilansir dari Investopedia, beberapa mungkin lebih memilih instrumen yang agresif seperti saham, yang memiliki potensi imbal hasil tinggi tetapi juga tingkat risiko yang lebih tinggi. Sementara itu, yang lain mungkin lebih memilih instrumen yang lebih stabil seperti deposito atau obligasi, yang memberikan pengembalian yang lebih konsisten tetapi dengan tingkat pertumbuhan yang lebih rendah. Dengan memahami preferensi investasi masing-masing, kamu dan pasangan dapat mencari kesepakatan dalam memilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan.
Asset Management (Pengelolaan Aset)
Pengelolaan aset adalah poin penting dalam topik keuangan dalam pernikahan. Saat merencanakan masa depan, pasangan perlu saling memahami posisi keuangan masing-masing. Ini tidak hanya tentang membagi harta milik, tetapi lebih kepada memahami aset dan kewajiban keuangan yang dimiliki oleh masing-masing pasangan. Jika salah satu dari kamu dan pasangan memiliki aset seperti properti atau kendaraan, sebaiknya bicarakan bersama tentang bagaimana mengelolanya. Hal ini tentunya melibatkan pertimbangan apakah akan menjual, menyewakan, atau mempertahankannya. Selain itu, pemisahan atau penggabungan aset juga harus dibicarakan dengan jujur dan adil.
Estate Planning (Perencanaan Warisan)
Perencanaan warisan merupakan aspek penting yang harus dipertimbangkan dalam topik keuangan pernikahan. Meskipun mungkin terdengar tabu atau tidak menyenangkan, tetapi penting untuk dibahas bersama. Biasanya, perencanaan warisan mencakup beberapa hal, termasuk penyusunan wasiat, asuransi jiwa, dan perlindungan keuangan lainnya. Pertama-tama, penting untuk menyusun wasiat secara jelas dan terperinci, yang memastikan bahwa harta yang ditinggalkan akan didistribusikan sesuai dengan keinginan ahli waris. Biasanya wasiat ini akan memberikan arahan hukum tentang bagaimana aset dan properti akan dikelola, dan siapa yang akan menerima warisannya.
Persetujuan Bersama Mengenai Alokasi Pengeluaran Dana
Obrolan berikutnya adalah mengenai berbagai pengeluaran alokasi dana yang disetujui bersama antar pasangan. Setiap pasangan pasti memiliki kebiasaan akan perencanaan keuangan yang berbeda. Hal ini perlu dibicarakan bersama. Apakah Kamu memiliki kesamaan atau perbedaan dengan pengalaman kehidupan rumah tangga tersebut? Temukan setiap kelebihan dan kelemahan dari pasangan Kamu dalam mengatur keuangan bersama. Jangan saling menyalahkan pada setiap kekurangan dari pasangan Kamu tetapi justru Kamu perlu saling menghargai setiap perbedaan. Pembagian tugas dan tanggung jawab diperlukan serta bersama-sama mencari titik temu atau solusi dari setiap permasalahan.
Perlukah Memiliki Rekening yang Sama?
Sebuah survei pada tahun 2014 menyatakan bahwa sekitar 70% dari pasangan kaum milenial membuat rekening terpisah dalam kehidupan rumah tangga mereka. Tidak hanya itu saja, sebuah studi menyatakan bahwa 15% dari pasangan yang memiliki rekening bersama dengan pasangannya, sesungguhnya memiliki rekening rahasia tanpa sepengetahuan pasangannya. Ketika Kamu mau berbagi setiap pengeluaran belanja dengan pasangan Kamu, seperti berbagai tagihan rutin mengenai perlengkapan kebutuhan rumah, Kamu mungkin menyatukan rekening Kamu. Namun, Kamu pun perlu memikirkan setiap pengeluaran melalui akun rekening rahasia Kamu. Beberapa pasangan mungkin memiliki keuntungan seperti kenikmatan akan kebebasan dari memiliki akun rekening yang berbeda dengan pasangan. Hal ini ada baiknya juga. Tetapi bukan berarti keuntungan tersebut dapat dilakukan untuk memiliki sebuah privasi dalam melakukan “kecurangan finansial” tanpa sepengetahuan pasangan Kamu. Apapun pilihannya, kunci dari semuanya itu adalah komunikasi yang merupakan inti dari segala aspek dalam hubungan Kamu.
Menghemat untuk Sesuatu yang Direncanakan Bersama
Apabila Kamu mengalami diskusi yang cukup berat dengan pasangan Kamu, lakukan beberapa hal seperti merencanakan tujuan wisata bersama. Duduk bersama pasangan Kamu dan daftarkan 10 hal yang Kamu dan pasangan perlu melakukan penghematan selama beberapa waktu kedepan. Bekerja samalah untuk melihat bagaimana setiap impian Kamu bersama akan menjadi suatu kenyataan. Kegiatan ini akan menjadi sedikit romantis dan menyenangkan tergantung bagaimana Kamu menggambarkan keinginan Kamu.
Masa Depan Bersama Pasangan yang Kamu Inginkan
Salah satu tujuan umum sebuah penghematan adalah mempersiapkan masa pensiun. Sebuah survei yang diprakarsai oleh Fidelity menyatakan bahwa banyak pasangan yang mendekati usia pensiun tidak memiliki pemahaman yang sama mengenai rencana pensiun mereka. Sepertiga dari responden menyatakan bahwa mereka tidak tahu atau tidak setuju mengenai kemanakah mereka akan pergi pada masa pensiun. Sementara itu, lebih dari dua per tiga, tidak mengetahui pada usia berapakah mereka akan pensiun. Masa pensiun Kamu tergantung bagaimana Kamu mengatur dan menghemat uang Kamu saat ini. Tentu saja masa pensiun Kamu merupakan salah satu obrolan terpenting dalam berdiskusi dengan pasangan Kamu. Bagaimanapun juga, ini adalah kehidupan masa depan Kamu dengan pasangan Kamu.
Beberapa Tips Obrolan Mengenai Keuangan
- Atur sebuah waktu untuk mengobrol seputar keuangan. Kamu dapat melakukannya setiap minggu atau setiap bulan. Carilah jadwal yang tepat agar kegiatan itu dapat efektif bagi Kamu berdua.
- Suatu saat Kamu akan mengalami suatu persimpangan karena perbedaan pendapat, namun sadarilah bahwa hal ini sudah biasa terjadi.
- Lakukan teknik diskusi yang sehat dalam setiap pembicaraan Kamu. Jauhkan diri dari menyalahkan pasangan atau malu dalam menyatakan pendapat. Pusatkan diri pada tujuan akan pemahaman bersama.
- Apabila terjadi suatu diskusi keuangan yang cukup berat ketika sedang di meja makan, Kamu dapat melakukan refreshing bersama pasangan dengan berjalan santai atau olahraga sambil mendiskusikan hal tersebut.
Demikian topik-topik keuangan yang perlu dibahas bersama pasangan. Jangan lupa untuk selalu komunikasikan dengan bahasa yang baik dan hindari emosi yang dapat mengakibatkan situasi menjadi canggung serta menyakiti perasaan pasangan yaa, Sogun.
Sumber : finansialku.com, fimela.com, wolipop.detik.com
Src. from fimela.com
Mungkin kamu suka
Yang mungkin kamu [juga] suka
Warungkustik
shorts
Berita Musik terbaru
© 2019 radioguntur.com

